<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114040">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI SISTEM STRUKTUR BANGUNAN SEKOLAH MENGGUNAKAN PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHANRN(STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>TIPIKAL BANGUNAN SMA DI KOTA BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Qurratu Salsabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bangunan sekolah merupakan salah satu fasilitas Pendidikan, tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar. Berdasarkan SNI 1726-2019 mengenai kategori risiko bangunan gedung untuk beban gempa, bangunan sekolah dikategorikan sebagai bangunan kategori risiko IV. Kategori IV merupakan kategori bangunan dengan okupansi berisiko tinggi ketika terjadi gempa, sehingga kehancuran dan kerusakan bangunan sekolah diharapkan tidak terlalu parah dan tetap dapat mempertahankan fungsi strukturnya. Banda Aceh merupakan daerah yang memiliki potensi aktivitas gempa yang tinggi. Oleh karena itu, bangunan sekolah diharapkan memiliki ketahanan struktur yang cukup kuat dan kokoh. Penelitian ini meninjau terhadap bangunan tipikal SMA dengan meninjau enam bangunan SMA yang ada di Kota Banda Aceh, hasil dari tinjauan ini digunakan sebagai parameter pembentuk bangunan tipikal. Bangunan tipikal tersebut kemudian dimodelkan terhadap dua pendekatan, yaitu bangunan tipikal tanpa dinding pengisi dan bangunan tipikal dengan dinding pengisi. Bangunan tipikal ini kemudian akan diidentifikasi probabilitas kerusakannya terhadap gempa dengan cara mengetahui kurva kerapuhannya (fragility curve). Pembentukan kurva kerapuhan ini memerlukan kurva kapasitas struktur yang menggambarkan antara hubungan gaya geser dasar terhadap perpindahan tingkat paling atas struktur yang didapatkan melalui metode analisis pushover pada bangunan tipikal sekolah. Kurva kerapuhan yang menggambarkan hubungan probabilitas kerusakan struktur bangunan pada beberapa batas kerusakan (damage state) yaitu batas kerusakan ringan (slight), kerusakan sedang (moderate), dan kerusakan berat (extensive) terhadap gerakan tanah didapatkan dengan menggunakan aplikasi FRACAS (FRAgility through Capacity spectrum Assessment)  yang dikembangkan oleh (Rossetto dkk., 2016). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa kurva kerapuhan pada pemodelan struktur bangunan tipikal dengan dinding pengisi mengalami probabilitas kerusakan lebih besar dibandingkan bangunan tipikal tanpa dinding pengisi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114040</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 10:10:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 11:47:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>