<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114039">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI ORGANOLEPTIK TEH HERBAL DAUN KELOR DENGAN PENAMBAHAN PERISA ALAMI UNTUK MENINGKATKAN KESUKAAN KONSUMEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tasya Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tasya Wahyuni (2023). Aktivitas Antioksidan dan Uji Organoleptik Teh Herbal Daun Kelor dengan Penambahan Perisa Alami untuk Meningkatkan Kesukaan Konsumen.&#13;
&#13;
Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan dan uji organoleptik teh herbal daun kelor dengan penambahan perisa alami untuk meningkatkan kesukaan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasy experiment). Pembuatan teh herbal daun kelor kombinasi bunga rosella dan daun pandan dibuat dengan kode variasi yaitu A0 (kontrol tanpa penambahan perisa alami dengan berat 2 g), A1KR (1,3 g daun kelor: 0,7 g kelopak bunga rosella), A2KR (1 g daun kelor: 1 g kelopak bunga rosella), A3KR (0,7 g daun kelor :1,3 kelopak bunga rosella) dan A1KP (1,3 g daun kelor: 0,7 g daun pandan), A2KP (1g daun kelor: 1 g daun pandan), A3KP (0,7 g daun kelor: 1,3 daun pandan). Setiap variasi diuji kadar air, aktivitas antioksidan dan uji organoleptik. Hasil dari penelitian menunjukkan kadar air tertinggi terdapat pada teh daun kelor yang ditambahkan daun pandan variasi A2KP yaitu 8,2%, sedangkan kadar air terendah pada penambahan kelopak bunga rosella variasi A3KR yaitu 5,05%, Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada teh daun kelor yang ditambahkan kelopak bunga rosella variasi A3KR yaitu 97,12%, sedangkan aktivitas antioksidan terendah terdapat pada teh daun kelor tanpa penambahan perisa alami variasi A0 yaitu 89,40%. Uji organoleptik terhadap produk teh memperlihatkan bahwa teh dengan kode  A1KR, A2KR, A3KR, dan A1KP, A2KP, A3KP dengan penambahan  perisa alami kelopak bunga rosella dan daun pandan dapat meningkatkan kesukaan konsumen baik secara rasa, warna dan aroma.&#13;
Kata Kunci: Teh Herbal, Daun Kelor, Kelopak Bunga Rosella, Daun Pandan, Kadar Air, Aktivitas Antioksidan Dan Organoleptik&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 09:51:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 11:53:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>