<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113952">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SALINITAS TERHADAP UMUR BANGUNAN RUMAH BANTUAN PASCA-TSUNAMI ACEH DI ZONA BARAT KRUENG ACEH BERDASARKAN PEMETAAN INTRUSI AIR ASIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Almas Faradisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bangunan yang berada pada wilayah perairan terutama laut sangat rentan terkena korosi akibat lingkungan air yang asam sehingga dapat terjadinya intrusi. Intrusi sendiri dapat diartikan sebagai gerakan perembesan air laut ke dalam lapisan tanah sehingga terjadinya pencampuran antara air laut dan air tanah, pencampuran tersebut dapat merembes sampai ke daratan. Saat intrusi sampai ke daratan membuat tingkat korosi pada bangunan juga meningkat. Korosi ini lah yang menjadi penyebab utama terbentuknya kerusakan pada konstruksi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh laju korosi terhadap waktu layan atau umur bangunan pada Rumah Bantuan Pasca-Tsunami Aceh erdasarkan Peta Intrusi Air Asin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dimana dengan melakukan pengujian serta pengamatan langsung terhadap objek/benda uji. Dimana benda uji BjTP 280 diemeter 10 mm dan 12 mm yang telah dipotong akan dimasukkan kembali ke dalam tanah yang telah digali sebelumnya dengan ketinggian ± 1,2 s/d 1,7 meter selama satu bulan, kemudian dilakukan perhitungan menggunakan metode Weight Loss. Hasil yang diperoleh pada benda uji di wilayah A, yang merupakan wilayah yang paling tinggi nilai salinitasnya dengan hasil 873 ppm dan diperoleh juga nilai laju korosinya di wilayah ini yang paling tinggu juga dengan hasil 0,0058 mm/year untuk diameter 10 mm dan 0,0051 mm/year untuk diameter 12 mm, sedangkan setelah 17 tahun pembangunan Rumah Bantuan Pasca-Tsunami Aceh didapatkan hasil nilai laju korosinya adalah 0,09939 mm/year untuk diameter 10 mm dan 0,0865 mm/year untuk diameter 12 mm. Sisa Umur Layan Bangunan Rumah Bantuan Pasca-Tsunami Aceh pada wilayah tinjauan A adalah 4 tahun untuk diameter 10 mm dan 5 tahun untuk diameter 12 mm.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113952</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-01 14:13:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-01 16:37:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>