HUBUNGAN PERSALINAN PERVAGINAM DAN PERSALINAN SEKSIO SESAREA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RNDR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PERSALINAN PERVAGINAM DAN PERSALINAN SEKSIO SESAREA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RNDR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH


Pengarang

Dian Muliasari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107101010116

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

618.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu dari tiga penyebab
utama kematian neonatal di Indonesia. Beberapa studi menyebutkan bahwa salah satu
faktor risiko penyebab terjadinya asfiksia neonatorum adalah persalinan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persalinan pervaginam dan
persalinan seksio sesarea dengan kejadian asfiksia neonatorum.
Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan case
control. Penelitian dilakukan pada bulan September dan Oktober 2014 dengan
menggunakan data rekam medik neonatus yang dilahirkan di RSUDZA selama tahun
2013. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling pada kelompok kasus
dan teknik simple random sampling pada kelompok kontrol. Total sampel yang
berjumlah 111 neonatus dibagi menjadi 37 neonatus asfiksia sebagai kelompok kasus
dan 74 neonatus nonasfiksia sebagai kelompok kontrol. Analisa data menggunakan
uji Chi-Square dan Odd Ratio.
Hasil: Dari 37 neonatus pda kelompok kasus, 30 neonatus (81,1%) dilahirkan dengan
persalinan seksio sesarea dan 7 neonatus (18,9%) dilahirkan dengan persalinan
pervaginam. Pada kelompok kontrol, dari 74 neonatus didapatkan bahwa 48 neonatus
(64,9%) dilahirkan dengan persalinan seksio sesarea dan 26 neo natus (35,1%)
dilahirkan dengan persalinan pervaginam.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persalinan pervaginam
dan persalinan seksio sesarea dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD dr.
Zainoel Abidin Banda Aceh dengan nilai p = 0,078 > ?=0,05.
Kata Kunci: Asfiksia neonatorum, persalinan pervaginam, persalinan seksio sesarea

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK