<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113929">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERHADAP GETARAN PADA PROSES MILLING KOMPOSIT HYBRID SERAT ABAKA DAN SERAT GELAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jihadul Qahhar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pemesinan pada bahan komposit melibatkan aktivitas seperti merapikan tepi, menciptakan lubang, dan berbagai metode pemotongan lainnya. Terdapat beberapa situasi yang tidak diharapkan, seperti ausnya mata pahat dan munculnya getaran akibat struktur komposit yang tidak konsisten, serta kondisi pemotongan yang kurang ideal. Dalam penelitian ini, dilakukan pendekatan eksperimental terhadap proses milling pada komposit berbasis matriks polyester yang diperkuat dengan serat abaka dan serat gelas, yang dihasilkan melalui proses cetak tekan. Proses milling menggunakan pahat potong karbida end mill berdiamaeter 10 mm 4 flute dengan helix angle 45o. Kondisi pemotongan meliputi kecepatan putaran spindel (2000, 3500, 5000) rpm, gerak makan pergigi (0.04, 0.07, 0.10) mm/gigi dan kedalaman potong (1, 1.5, 2) mm. Pemotongan yang diterapkan adalah down-milling sedangkan parameter yang diamati adalah getaran, untuk mengetahui nilai getaran yang terjadi pada proses pemesinan tersebut diukur dengan menggunakan accelerometer. Desain eksperimen yang digunakan adalah box-behnken design. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh kondisi pemotongan (putaran spindel, kecepatan pemakanan dan kedalaman potong) terhadap getaran pada proses milling komposit serat abaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa getaran mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan putaran spindel, kecepatan pemakanan, dan kedalaman potong. Hasil menunjukkan nilai getaran maksimum (0.0206 m/s2) didapat pada kecepatan spindel 5000 rpm dengan kecepatan pemakanan sebesar 1400 mm/menit dan kedalaman potong 2 mm. Sedangkan nilai getaran minimum (0.0143 m/s2) didapat pada kecepatan spindel 2000 rpm dengan kecepatan pemakanan 320 mm/menit dan kedalaman potong 1.5 mm.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113929</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-01 10:27:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-01 11:34:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>