<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113903">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN MULSA JERAMI PADI DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ikhsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki bentuk menarik dan bernilai gizi tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya agar produksi tanaman selada dapat meningkat. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemanfaatan mulsa jerami padi dan pupuk organik seperti pupuk kotoran sapi dan pupuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mulsa jerami padi dan pupuk organik serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Nudira Fresh Green House, PT. Nudira Sumber Daya Indonesia, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial  dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis mulsa jerami padi terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa mulsa jerami padi, mulsa jerami padi 4 ton ha-1, mulsa jerami padi 6 ton ha-1, dan mulsa jerami padi 8 ton ha-1. Faktor kedua adalah jenis pupuk organik terdiri dari 2 taraf, yaitu pupuk kotoran sapi 20 ton ha-1 dan pupuk kompos 20 ton ha-1, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan dan 24 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu: analisis kimia tanah awal, analisis pupuk organik, tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot basah per tanaman (g), bobot basah per plot tanaman (g), dan analisis kimia tanah akhir. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis mulsa jerami padi berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 14 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah daun dan produksi tanaman selada. Perlakuan mulsa jerami padi yang memberikan hasil terbaik terdapat pada dosis 8 ton ha-1. Perlakuan jenis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 35 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah daun dan produksi tanaman selada. Perlakuan jenis pupuk organik yang memberikan hasil terbaik terdapat pada jenis pupuk kotoran sapi. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian mulsa jerami padi dan pupuk organik terhadap fase pertumbuhan dan produksi tanaman selada.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113903</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-31 15:34:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-01 10:23:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>