Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN SIFAT FISIKA TANAH BERDASARKAN SATUAN PETA LAHAN DI LAHAN KERING KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Aris Juanda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Teti Arabia - 196109141986022001 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 196512311992031039 - Dosen Pembimbing II
Hairul Basri - 196702101991021001 - Penguji
Syakur - 196803041993031003 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1605108010009
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Aris Juanda. 1605108010009. Kajian Sifat Fisika Tanah Berdasarkan Satuan Peta Lahan di Lahan Kering Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar dibimbing oleh Teti Arabia sebagai Ketua dan Helmi sebagai Anggota.
RINGKASAN
Sifat fisika tanah merupakan sifat tanah yang sangat berpengaruh terhadap tersedianya air, udara tanah dan secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan unsur hara tanaman. Sifat ini juga akan mempengaruhi potensi tanah untuk berproduksi secara maksimal. Penurunan kualitas lahan yang diawali dengan kerusakan sifat fisika tanah merupakan salah satu akibat dari adanya aktivitas manusia. Berbagai permasalahan lingkungan seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan termasuk dari dampak aktivitas manusia tersebut. Salah satu contoh adalah perluasan lahan pertanian dengan cara membuka lahan-lahan hutan terutama pada daerah berlereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisika tanah pada jenis penggunaan lahan yang berbeda di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan sumber informasi untuk pengelolaan lahan pertanian.
Penelitian ini dilaksanakan pada beberapa tipe penggunaan lahan kering yang berbeda di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Secara geografis Kabupaten Aceh Besar terletak antara 5°2' – 5°8' Lintang Utara dan 95°0' – 95°88' Bujur Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan analisis deskriptif kuantitatif (terukur). Parameter yang dianalisis terdiri dari pengamatan lapangan dan analisis laboratorium. Pengamatan lapangan yaitu warna tanah dan struktur tanah. Analisis laboratorium yaitu kadar air tanah pada kapasitas lapang (pF 2,54), berat isi (bulk density), permeabilitas tanah, dan porositas tanah. Pengambilan sampel (contoh) tanah menggunakan ring sample dilakukan di titik-titik yang telah ditentukan sesuai peta kerja. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada enam satuan peta lahan (SPL). Setiap SPL diambil sampel tanah utuh dan sampel tanah terganggu.
Hasil penelitian di lapangan pada kedalaman 0 – 20 cm, menunjukkan bahwa warna tanah pada semua SPL didominasi oleh warna 7,5YR 3/3 (dark brown) dan 7,5YR 2,5/2 (very dark brown) dan struktur tanah pada semua SPL memiliki tipe struktur gumpal bersudut dengan tingkat perkembangan sedang, serta ukuran yang beragam dari kisaran 0,5 - 4 cm. Hasil analisis laboratorium pada kedalaman 0 – 20 cm, menunjukkan bahwa kadar air tanah pada kapasitas lapang (pF 2,54) memiliki nilai kadar air tanah terendah terdapat pada SPL 3 (perkebunan, Inceptisol, 8 – 15%) dengan nilai 29,41% dan nilai kadar air tanah tertinggi terdapat pada SPL 6 (perkebunan, Ultisol, 15 – 25%) dengan nilai 31,61%. Bobot isi (bulk density) dari segi kriteria semua SPL tergolong memiliki nilai bulk density tanah yang tinggi, tetapi dari segi angka diperoleh nilai tertinggi pada SPL 2 (semak belukar, Ultisol, 0 – 8%) dan SPL 3 (perkebunan, Inceptisol, 8 – 15%) yaitu 1,32 g cm-3, sedangkan yang terendah terdapat pada SPL 5 (perkebunan, Inceptisol, 15 – 25%) dengan nilai yaitu 1,28 g cm-3. Permeabilitas tanah pada umumnya nilainya agak lambat kecuali pada SPL 3 dengan nilai tertinggi 2,32 cm jam-1 dengan kriteria sedang, sedangkan terendah terdapat pada SPL 5 dengan nilai 1,27 cm jam-1 dengan kriteria agak lambat. Porositas tanah pada umumnya nilainya kurang baik kecuali pada SPL 5 dengan nilai tertinggi 50,77% dengan kriteria baik, sedangkan nilai porositas tanah terendah terdapat pada SPL 3 dengan nilai 49,23% kriterianya kurang baik.
Tidak Tersedia Deskripsi
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) BERBASIS WEB DI KABUPATEN ACEH BESAR (Rahma Zulaikha, 2021)
ANALISIS PENYIMPANGAN LUAS LAHAN SAWAH IRIGASI SECARA SPASIAL DALAM BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (Rahayu Ansya Fitri, 2017)
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PALA ( MYRISTIKA FRAGRANS HOUTT ) DI KECAMATAN SETIA BAKTI KABUPATEN ACEH JAYA (Afrizal, 2017)
ANALISIS KARAKTERISTIK LAHAN TERHADAP KUALITAS KAKAO (THEOBROMA CACAO L) DI KABUPATEN PIDIE (CUT MULIA SARI, 2015)
EVALUASI STATUS DAN KENDALA KESUBURAN TANAH PADA BERBAGAI TIPE PENGGUNAAN LAHAN KERING DI KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESA (AYUNI WINAZIRA, 2021)