<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113812">
 <titleInfo>
  <title>PREPARASAI KATALIS HETEROGEN ANORGANIK DARI BATUAN MAGNESIT LOKAL ACEH YANG TERMODIFIKASI DENGAN LOGAM KALIUM UNTUK SINTESIS BIODIESEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aya Sofia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Katalis heterogen oksida anorganik dari mineral magnesit telah berhasil dipreparasi melalui proses kalsinasi pada suhu 900°C selama 3 jam dan dilanjutkan dengan modifikasi menggunakan ion Kalium 5% (b/b). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa proses kalsinasi dan modifikasi pada mineral magnesit berpengaruh terhadap karakteristik, morfologi, dan aktivitas katalis yang dihasilkan. Proses perlakuan pada suhu tinggi menyebabkan komponen kimia dalam mineral magnesit berubah menjadi oksidanya dan menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil sesuai dengan karakterisasi analisis XRD dan SEM-EDS. Komponen utama oksida anorganik dari mineral magnesit berupa magnesium oksida (MgO) dan beberapa pengotor lainnya berupa FeO, CaO, SiO, dan Fe2O3. Penambahan ion Kalium 5% berpengaruh terhadap distribusi dan morfologi partikel katalis menjadi lebih homogen dan ukuran kristal yang lebih kecil dibandingkan katalis oksida tanpa modifikasi sehingga baik terhadap luas permukaan katalis dan meningkatkan situs aktif katalis. Katalis oksida anorganik yang termodifikasi ion Kalium 5% menunjukkan aktivitas katalitik yang terbaik pada reaksi transesterifikasi dalam menghasilkan metil ester menggunakan minyak RBDPO dengan perolehan persentase yield sebesar 98,41%. Katalis magnesit tanpa kalsinasi dan terkalsinasi hanya menghasilkan yield sebesar 77,60% dan 96,27%. Hasil analisis Gas Chromatography and Mass Spectrometry (GC-MS) menunjukkan pembentukan 6 metil ester menggunakan katalis oksida anorganik termodifikasi ion Kalium yaitu metil miristat, metil palmitat, metil linoleat, metil oleat, metil stearat, dan metil palmitoleat. Penggunaan katalis magnesit terkalsinasi menghasilkan 4 metil ester yaitu metil oleat, metil palmitat, metil linoleat, dan metil palmitoleat sedangkan penggunaan katalis magnesit tanpa kalsinasi hanya menghasilkan 2 metil ester berupa metil palmitat dan metil oleat. &#13;
&#13;
Kata kunci: mineral magnesit, Kalium, katalis heterogen, biodiesel.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113812</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-30 11:46:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-31 09:33:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>