<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113797">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN DEEP LEARNING UNTUK KLASIFIKASI KAKI DIABETIK BERBASIS CITRA TERMAL KAKI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIAN FADILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Komputer</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit Diabetic Foot Ulcer (DFU) dapat menyebabkan amputasi pada bagian telapak kaki, bahkan yang lebih parahnya dapat menyebabkan kematian. Dengan adanya penyakit ini, akan berdampak pada peningkatan parahnya luka, sehingga dapat memperlambat penyembuhan luka. Untuk mendeteksi adanya penyakit DFU pada penderita, penyakit dideteksi dengan menggunakan citra termal, yang berguna untuk deteksi dini, dimana jika tidak dilakukan deteksi dini dapat berpotensi amputasi. Pengindentifikasian citra termal dilakukan dengan menggunakan metode deep learning. Digunakan tiga parameter untuk mengevaluasi kinerja dalam mengklasifikasikan semua data citra termal kaki seperti akurasi, sensitivity, dan specificity. Akurasi diperlukan untuk kinerja sistem yang melakukan klasifikasi terhadap semua data, sensitivity yang merupakan parameter dalam menghitung data positif yang diklasifikasikan, serta specificity merupakan sistem yang mendeteksi citra yang sehat/negatif. Pendeteksian DFU dapat dilakukan dengan menggunakan tiga model perbandingan, diantaranya adalah EfficientNet, ShuffleNet, dan MobileNetV2. Pada penelitian ini model ShuffleNet lebih unggul dalam menganalisis penyakit DFU dengan jumlah parameter 857.088, dalam waktu training yang lebih cepat yaitu 23 menit 23 detik pada learning rate 10^(-2), dibandingkan dengan menggunakan model MobileNetV2 dan EfficientNet.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113797</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-29 15:36:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-29 16:53:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>