<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113772">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MADU KELULUT (HETEROTRIGONA ITAMA) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS SPERMA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR DIABETES MELLITUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Iqbalsyah Rudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kondisi medis di mana terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah yang disebabkan karena ketidakmampuan tubuh dalam mengatur kadar glukosa. Salah satu efek DM adalah penurunan fungsi organ reproduksi jantan berupa penurunan kualitas spermatozoa dan pada akhirnya dapat menyebabkan infertilitas. Penelitian bertujuan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu kelulut terhadap peningkatan kualitas spermatozoa tikus putih diabetes mellitus. Dua puluh lima ekor tikus putih jantan dengan bobot badan 200 - 250 gram yang dibagi lima perlakuan yaitu 5 perlakuan dengan 5 kali pengulangan pada tiap perlakuan. Perlakuan 1 sebagai kontrol negatif (KN) yaitu tikus normal yang tidak diinduksi 120 mg/kgBB streptozotocin dan madu kelulut namun hanya diberikan pakan standar selama 50 hari. Perlakuan 2 sebagai kontrol positif (KP) yaitu tikus yang diinduksi 120 mg/kgBB streptozotocin selama 7 hari tanpa diberi madu kelulut. Perlakuan 3 sebagai perlakuan 1 (P1) yaitu tikus yang diinduksi 120 mg/kgBB streptozotocin selama 7 hari dan diberi madu kelulut dosis 10 mg/kgBB/hari. Perlakuan 4 sebagai perlakuan 2 (P2) yaitu tikus yang di induksi 120 mg/kgBB streptozotocin selama 7 hari dan diberi madu kelulut dosis 50 mg/kgBB/hari. Perlakuan 5 sebagai perlakuan 3 (P3) yaitu tikus yang diinduksi 120 mg/kgBB streptozotocin selama 7 hari dan diberi madu kelulut dosis 100 mg/kgBB/hari. Perlakuan pemberian madu kelulut secara keseluruhan dilakukan selama 50 hari. Tikus dieuthanasia dengan cara cervical dislocation kemudian dinekropsi. Koleksi spermatozoa diambil dari organ cauda epididimis. Kualitas spermatozoa diamati terhadap konsentrasi, motilitas dan viabilitas spermatozoa. Data dianalisis menggunakan analisis of varians, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian madu kelulut dapat meningkatkan secara nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <classification>573.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113772</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-29 01:18:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 10:08:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>