<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113768">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAVIRA MAIZA KESUMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan  Peraturan  Menteri  Lingkungan  Hidup  dan  Kehutanan Republik  Indonesia  Nomor  P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018  tentang Perubahan  Kedua  Atas  Peraturan  Menteri  Lingkungan  Hidup  dan  Kehutanan Nomor  P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018  tentang  Jenis  Tumbuhan  dan Satwa  yang  Dilindungi,  Siamang  tergolong  dalam  satwa  liar  yang  dilindungi  oleh Undang-undang  Nomor  5  Tahun  1990  tentang  Konservasi  Sumber  Daya  Alam Hayati  dan  Ekosistemnya  (UU  KSDE),  namun  pada  kenyataannya  masih  terdapat kasus  menangkap  dan  mengangkut  satwa  dilindungi  yang  notabenenya  adalah satwa liar. &#13;
Penulisan  skripsi  ini  bertujuan  mengetahui  pertimbangan  hukum  Hakim pada Putusan Nomor 181/Pid.B/LH/2020/PN Bir , modus operandi yang dilakukan pelaku dalam menangkap dan mengangkut satwa liar yang dilindungi jenis Siamang dalam  keadaan  hidup,  dan  upaya  yang  dilakukan  dalam  menanggulangi  masalah menangkap  dan  mengangkut  satwa  liar  yang  dilindungi  jenis  Siamang  dalam keadaan hidup. &#13;
Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  yuridis empiris,  yaitu  suatu  cara  melihat  penerapan  hukum  yang  ada  di  lapangan.  Teknik pengumpulan  data  dalam  penelitian  ini  menggunakan  dua  cara,  yaitu    studi lapangan dilakukan dengan cara wawancara bersama responden dan informan serta studi kepustakaan dilakukan dengan cara mengkaji peraturan perundang-undangan, putusan, artikel/penelitian terdahulu, dan bahan hukum/non hukum terkait lainnya. &#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  pertimbangan  hukum  Hakim  pada  Putusan Nomor  181/Pid.B/LH/2020/PN  Bir  dalam  memutus  perkara  hukuman  yang dijatuhkan masihterlalu  ringan, sehingga putusan tersebut belum memberikan efek jera. Modus operandi yang dilakukan ialah pelaku sebagai pemilik dari mobil yang digunakan untuk mengantar Siamang kepada pihak pembeli. Upaya yang ditempuh untuk menanggulangi masalah ini melalui dua upaya, yaitu upaya preventif, seperti memberikan  pendidikan  kepada  masyarakat,  dan  pelatihan  bagi  aparat  penegak hukum. Serta upaya represif, seperti melakukan penindakan atau upaya hukum dari tahap penyidikan sampai ke pengadilan. &#13;
Disarankan  penegak  hukum  lebih  mengerahkan  fungsinya  dalam perlindungan satwa dengan sosialisasi mengenani satwa dilindungi . &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113768</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-28 21:13:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-29 10:41:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>