<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113752">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENYALURAN LNG KE PEMBANGKIT LISTRIK NIAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fachrurrazi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Posisi geografis Indonesia sebagai negara maritim menjadi tantangan untuk mengatur arus logistik dan jasa. Termasuk mengelola energi listrik untuk kepentingan hidup orang banyak. Untuk itu, keberadaan pembangkit listrik merupakan keharusan untuk ketersediaan energi listrik di setiap pulau di Indonesia. Pulau Nias, salah satu pulau terluar Indonesia, saat ini telah tersedia Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan kapasitas 25 MW yang berbahan bakar gas, namun masih menggunakan bahan bakar High Speed Diesel  yang mana bahan bakar tersebut tidak efisien dan tidak ramah lingkungan. Sehubungan dengan rencana pemerintah untuk melakukan diversifikasi BBM untuk pembangkit listrik, maka PLTMG Nias diprioritaskan untuk mendapatkan pasokan gas, yang metode distribusinya akan dibahas dalam penelitian ini. Gas akan disuplai dari Terminal LNG Arun di Lhokseumawe dan akan disalurkan menuju terminal penerima di wilayah PLTMG Nias. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan alur distribusi LNG yang efektif dan efisien sehingga layak secara operasi dan investasi untuk dijalankan. Metode yang digunakan yaitu melalui analisis alur distribusi rantai pasok berupa jaringan (network) distribusi dari beberapa moda transportasi LNG seperti Kapal LNG Small Vessel, Kapal Landing Craft Tank (LCT), dan Truk LNG ISO Tank. Variabel masukan berupa kebutuhan LNG dari terminal penerima, moda transportasi, kapasitas muat, kecepatan distribusi, jarak distribusi, biaya transportasi, biaya investasi pembangunan fasilitas pendukung serta biaya operasinya menjadi masukan dalam kajian yang dilakukan. Hasil dari kajian teknis dan ekonomis distribusi LNG yang telah dilakukan menunjukan bahwa distribusi menggunakan Kapal LCT yang melayani rute Arun ke Nias hingga dapat mengirimkan gas ke PLTMG Nias membutuhkan opex per tahun sebesar USD 7.367.564  dan biaya investasi sebesar USD 33.358.901. Analisis Keekonomian menggambarkan bahwa investasi dikategorikan layak secara finansial dengan margin harga penjualan LNG sekurang-kurangnya sebesar USD 7,5 per MMBTU yang menghasilkan Pay Back Period 4,65 tahun, IRR 22,11% dan NPV positif sebesar USD 1.338.786 diakhir tahun ke 20. Sementara itu untuk skenario distribusi LNG menggunakan Kapal LNG Small Vessel dikategorikan tidak layak secara finansial karena dengan variasi margin penjualan USD 7 sampai dengan USD 9,5 per MMBTU mendapatkan IRR dibawah 10% dan NPV dengan nilai negatif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ELECTRICITY - GENERATION</topic>
 </subject>
 <classification>621.312 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113752</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-28 14:25:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-31 09:44:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>