<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113649">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS LAPISAN SUBGRADE JALAN DENGAN METODE NON-DESTRUCTIVE PADA PERMUKAAN TANAH VULKANIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmat Syukran</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemadatan timbunan merupakan salah satu tahapan pelaksanaan geometri jalan yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah timbunan jalan tol Sigli-Banda Aceh tepatnya di titik 1A pada STA 20 yang berlokasi di Desa Lamtamot dengan menggunakan metode non-destructive, yaitu metode geolistrik dan multichannel analysis of surface wave (MASW) yang kemudian akan divalidasi dengan menggunakan dynamic cone penetrometer (DCP). Hasil pengolahan data pada metode geolistrik didapatkan model resistivitas 2D yang menunjukkan kondisi kepadatan tanah timbunan tersebut sudah menurun, hal ini dapat diketahui pada nilai resistivitas dari permukaan hingga kedalaman 10 meter yaitu 1,71 ꭥm sampai dengan 13,9 ꭥm yang dikategorikan tanah lanau dengan kondisi basah dan berlanjut hingga kedalaman 13 meter dengan nilai resistivitas 83,8 ꭥm dengan kategori tanah pasiran atau keadaan tanah tersebut sudah dalam kondisi lembab. Pada hasil multichannel analysis of surface wave (MASW) didapatkan kurva kecepatan gelombang geser dan menunjukkan tujuh data lapisan, pada lapisan pertama dengan nilai 99 m/sec hingga lapisan keempat dengan nilai 161 m/sec menunjukkan semakin dalam lapisannya kecepatan gelombangnya semakin meningkat. Lapisan keempat sampai dengan lapisan ketujuh memiliki nilai yang sama yaitu 161 m/sec dan tidak menunjukkan kenaikkan nilai hal ini bisa terjadi karena kurangnya kekuatan gelombang yang diberikan sehingga data pada lapisan keempat hingga ketujuh tidak menunjukkan nilai kepadatan yang sesuai. Pada metode dynamic cone penetrometer didapatkan hasil dari 6 titik pengambilan data berupa nilai CBR yang apabila ditotalkan akan didapat keragaman nilai dari kepadatan timbunan tersebut dengan nilai terkecil 4,72% dan nilai terbesar 5,97%. Akan tetapi hanya pada satu titik yaitu titik kelima yang mendapatkan nilai 5,97% dan titik lainnya berada dibawah dari pada nilai tersebut, bila mengacu pada standar kepadatan untuk nilai CBR yaitu 6% maka hasilnya menunjukkan kepadatan subgrade jalan masih jelek dan perlu dilakukan pemdatan ulang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ROADS - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TOLLS - ROADS</topic>
 </subject>
 <classification>625.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113649</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-24 15:49:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-25 10:30:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>