ANALISIS IMPLEMENTASI SMK3RS BERDASARKAN ISO 45001: 2018 (STUDI KASUS: RSUD MEURAXA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS IMPLEMENTASI SMK3RS BERDASARKAN ISO 45001: 2018 (STUDI KASUS: RSUD MEURAXA)


Pengarang

Hafifa Rahma Hidayah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Suhendrianto - 197712092006041001 - Dosen Pembimbing I
Awal Aflizal Zubir - 199104092021021101 - Dosen Pembimbing II
Sri Rahmawati - 199401092019032012 - Penguji
Friesca Erwan - 198405172019011101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1904106010057

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Industri., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rumah sakit memiliki potensi bahaya yang tinggi, yaitu disebabkan oleh faktor
biologi, kimia, ergonomi, fisik, dan psikososial, sehingga dapat mengakibatkan
penyakit dan kecelakaan akibat kerja bagi pekerja, pengunjung, pasien dan
masyarakat di lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (SMK3RS) yang
merupakan wujud dari pengendalian risiko kerja pada rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis komitmen, kepatuhan dan penerapan dari SMK3RS
pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa, serta menganalisis tingkat
penerapannya berdasarkan klausal 4 hingga 10 ISO 45001:2018 dengan
menggunakan metode gap analysis. Persentase tingkat penerapan diperoleh melalui
kegiatan analisis kesenjangan terhadap pelaksanaan SMK3RS pada RSUD
Meuraxa dan kerangka kerja SMK3 pada ISO 45001: 2018 dengan menggunakan
instrument checklist. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara,
dan analisis dokumen terkait pelaksanaan SMK3RS di RSUD Meuraxa. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa komitmen, kepatuhan pekerja, serta penerapan
SMK3RS pada RSUD Meuraxa sudah baik, namun untuk mencapai hasil maksimal
dibutuhkan peningkatan pada kepatuhan pekerja dan penerapan dari program
SMK3RS. Selanjutnya diperoleh persentase tingkat penerapan dari SMK3RS pada
RSUD Meuraxa sebesar 92,2%, dengan artian SMK3RS sudah memuaskan dan
memenuhi ISO 45001:2018. Untuk dapat mencapai gap minimal dibutuhkan
perbaikan terhadap 6 subklausal yaitu pemahaman kebutuhan karyawan dan pihak
berkepentingan, konsultasi dan partisipasi pekerja, sumberdaya, kesadaran,
pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi kinerja, serta audit internal,
sehingga diberikan rekomendasi perbaikan berupa pelaksanaan uji kesehatan
pekerja, pemaksimalan dan penambahan jadwal sosialisasi, supervisi dan pelatihan
terkait SMK3RS, menetapkan anggaran khusus untuk mendukung SMK3RS, serta
menyusun program audit internal K3.
Kata kunci: RSUD Meuraxa, SMK3RS, ISO 45001:2018, gap analysis

Hospitals have a high potential for hazards, namely due to biological, chemical, ergonomic, physical, and psychosocial factors, which can result in work-related illnesses and accidents for employees, visitors, patients, and the community in the surrounding environment. Therefore, the implementation of the Hospital Occupational Safety and Health Management System (HOSHMS) is needed, which embodies the control of work-related risks in the hospital. This study aims to analyze the commitment, compliance, and implementation of HOSHMS at the Meuraxa Regional General Hospital, as well as to assess its implementation level based on clauses 4 to 10 of ISO 45001:2018 using the gap analysis method. The percentage of implementation level is obtained through gap analysis of HOSHMS implementation at the Meuraxa Regional General Hospital and the HOSHMS framework in ISO 45001:2018 using a checklist instrument. Data is collected through observation, interviews, and analysis of documents related to the implementation of HOSHMS at the Meuraxa Regional General Hospital. The research results show that commitment, employee compliance, and implementation of HOSHMS at the Meuraxa Regional General Hospital are already good; however, to achieve maximum results, improvement is needed in employee compliance and the implementation of the HOSHMS program. Furthermore, the percentage of HOSHMS implementation at the Meuraxa Regional General Hospital is 92.2%, meaning that HOSHMS is satisfactory and complies with ISO 45001:2018. To achieve the minimum gap, improvements are needed in 6 subclauses, namely understanding the needs of employees and stakeholders, consultation and worker participation, resources, awareness, monitoring, measurement, analysis and performance evaluation, as well as internal auditing. Therefore, recommendations for improvement are given, including conducting employee health tests, maximizing and adding socialization schedules, supervision and training related to HOSHMS, allocating a special budget to support HOSHMS, and developing a program for internal occupational health and safety audits. Key word: Meuraxa Hospital, SMK3RS, ISO 45001:2018, occupational health and safety, gap analysis.

Citation



    SERVICES DESK