<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113605">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DPRA TERHADAP KEBERHASILAN PENCAPAIAN TARGET REALISASI APBA TAHUN ANGGARAN 2022</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI NURHALIZA IMRAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang disebut DPRA merupakan salah satu lembaga yang mewakili masyarakat dalam pemerintahannya. Terdapat tiga fungsi utama DPRA yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Fungsi pengawasan memberikan suatu tujuan agar tercapainya pemerintahan yang baik dan berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Tahun 2022 APBA berhasil peningkatkan target realisasi dan mengurangi terjadinya Silpa. Realisasi APBA 2022 merupakan realisasi tertinggi sejak 5 tahun terakhir, dengan Silpa 0,9 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi fungsi pengawasan DPRA terhadap keberhasilan peningkatan target realisasi APBA tahun anggaran 2022 di Provinsi Aceh dan faktor apa saja yang mempengaruhi fungsi pengawasan DPRA dalam peningkatan target realisasi APBA tahun anggaran 2022 di Provinsi Aceh. Perspektif teori yang digunakan yaitu teori trias politica yang dikemukan oleh Montesquieu yaitu pemisah kekuasaan menjadi 3, legislatif, eksekutif dan yudikatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DPRA melakukan pengesahan APBA dengan tepat waktu, membangun kerjasama yang baik antar Legislatif dan Eksekutif, serta DPRA melakukan pengawasan dalam bidang pemerintahan dengan baik, akan tetapi masih ada faktor yang menghambat dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, seperti campur tangan DPRA terhadap pelaksanaan pokok pikiran yang DPRA usulkan. Terkait realisasi APBA tahun anggaran 2022 sudah berjalan dengan baik, hal itu dapat dilihat dari realisasi APBA yang meningkat sejak 5 tahun terakhir dan  tahun 2022 merupakan realisasAPBA tertinggi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113605</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-24 09:56:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-24 10:17:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>