ANALISIS POTENSI KERUGIAN PADA BANGUNAN BERDASARKAN KAJIAN PROBABILISTIK DAN DETERMINISTIK TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS POTENSI KERUGIAN PADA BANGUNAN BERDASARKAN KAJIAN PROBABILISTIK DAN DETERMINISTIK TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Muhammad Daffa Al Farizi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mubarak - 197505062000121001 - Dosen Pembimbing I
Syamsidik - 197502251999031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2204201010034

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

690

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gempa bumi akan terjadi pada suatu segmen yang sama pada ratusan hingga ribuan tahun yang akan datang, sehingga probabilistik kejadian tsunami yang timbul akibat gempa bumi cenderung memiliki potensi periode ulang yang sama dengan kejadian gempa bumi. Berdasarkan kejadian tsunami yang terjadi akibat gempa bumi, maka akan diidentifikasikan permasalahan yang akan diteliti adalah menentukan potensi kerapuhan dan kerugian pada bangunan akibat genangan tsunami yang terjadi akibat tsunami berdasarkan kajian probabilistik dan deterministik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi kerapuhan pada bangunan dan probabilistik kerugian maksimum pada bangunan akibat genangan tsunami deterministik dan probabilistik. Mengenai metode yang akan digunakan untuk melakukan pemodelan tsunami deterministik dan probabilistik adalah Cornell Multi-Grid Coupled Tsunami (COMCOT), dan Probabilistic Tsunami Hazard Analysis (PTHA). Sementara itu untuk melakukan perhitungan kerusakan dan kerugian pada bangunan digunakan metode Fragility Function dan Probable Maximum Loss (PML). Fragility Function merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan potensi kerapuhan pada bangunan yang disebabkan oleh genangan tsunami berdasarkan kajian deterministik dan probabilistik. PML (Probable Maximum Loss) merupakan metode yang digunakan untuk menentukan probabilistik kerugian makimum pada bangunan akibat tsunami deterministik dan probabilistik, dan untuk mendapatkan nilai kerugian tahunan rata-rata di Kota Banda Aceh. Selanjutnya hasil penelitian ini untuk potensi kerusakan pada bangunan di Kota Banda Aceh akibat tsunami probabilistik dan determistik untuk periode ulang 860 tahun dan magnitude 9,2 Mw, di mana terdapat 45.694-unit bangunan yang berpotensi terdampak tsunami. Total kerugian yang didampak oleh tsunami adalah sekitar 29 Triliun Rupiah, serta total kerugian tahunan rata-rata di Kota Banda Aceh adalah 132,36 Miliar Rupiah

An earthquake is expected to occur in the same segment for hundreds to thousands of years, indicating that the probabilistic occurrence of tsunamis resulting from earthquakes is likely to have a similar recurrence period as the earthquakes themselves. Based on historical tsunami events caused by earthquakes, the identified research problem focuses on determining the potential vulnerability and damage to buildings due to tsunami inundation, based on probabilistic and deterministic studies. The objective of this research is to analyze the potential vulnerability of buildings and the probabilistic maximum losses caused by deterministic and probabilistic tsunami inundation. The methods employed for modeling deterministic and probabilistic tsunamis are Cornell Multi-Grid Coupled Tsunami (COMCOT) and Probabilistic Tsunami Hazard Analysis (PTHA), respectively. To calculate the damage and losses to buildings, Fragility Functions and Probable Maximum Loss (PML) methods are utilized. Fragility Functions are employed to assess the vulnerability of buildings to tsunami inundation based on deterministic and probabilistic studies. Meanwhile, PML (Probable Maximum Loss) is used to determine the probabilistic maximum losses to buildings caused by deterministic and probabilistic tsunamis, and to obtain the average annual loss value in the city of Banda Aceh. The research findings reveal that for a return period of 860 years and a magnitude of 9.2 Mw, approximately 45,694 buildings in Banda Aceh are susceptible to tsunami impacts, resulting in a total loss of around 29 trillion Rupiah. The average annual loss in the city of Banda Aceh is estimated at 132.36 billion Rupiah.

Citation



    SERVICES DESK