<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113574">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEGIATAN MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) OPERATOR HOPPER AREA PACKING LINE 2 (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PT TORABIKA EKA SEMESTA DIVISI GROUND COFFEE)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ivan Batita Siahaan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Industri</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegiatan Manual Material Handling (MMH) merupakan kegiatan transportasi material dari satu titik ke titik lainnya. Pada penerapannya, kegiatan ini membutuhkannya analisis terkait risiko cedera yang dapat terjadi. Permasalahan yang dijumpai pada penelitian ini ialah kegiatan MMH yang dilakukan oleh operator hopper di area packing line 2 pada studi kasus PT. Torabika Eka Semesta Ground Coffee. Operator ini bertanggung jawab untuk mengambil, mengangkat dan menuangkan bubuk kopi kedalam mesin pengemasan, dengan frekuensi kegiatan sebanyak 250-300 kali pengulangan, jarak tempuh 1m-2m dan beban sebesar 8 kg. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberikan langkah-langkah dalam menganalisis kegiatan MMH yang dilakukan oleh operator hopper menggunakan metode Nordic Body Maps (NBM), Fatigue Likelihood Scoring (FLS), dan Rapid Upper Limb Assesment (RULA) serta Rapid Entire Body Assesment (REBA). Hasil analisa NBM menunjukkan bahwa rata-rata operator hopper diklasifikasikan pada tingkat risiko rendah. Pada metode FLS, didapati hasil untuk 3 shift kerja, tingkat kelelahan tertinggi dialami oleh shift 3 dengan skor 10, yang diklasifikasikan ke dalam kategori level 2. Pada metode RULA didapati level kategori pada kegiatan pengambilan bubuk kopi ialah sangat tinggi, pada kegiatan pengangkatan dan penuangan bubuk kopi berada pada level tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dibutuhkan perbaikan secepatnya demi meminimalisir cedera. Adapun metode REBA mendapati hasil level kategori pada kegiatan pengambilan bubuk kopi berada pada level kategori tinggi, pada kegiatan pengangkatan bubuk kopi, dan penuangan bubuk kopi berada pada level kategori sedang. Berdasarkan metode REBA ini, dapat disimpulkan bahwa operator hopper membutuhkan perbaikan postur tubuh pekerja demi meminimalisir cedera.&#13;
Kata kunci : Manual Material Handling (MMH), Nordic Body Maps (NBM), Fatigue Likelihood Scoring (FLS), Rapid Upper Limb Assesment (RULA), Rapid Entire Body Assesment (REBA)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113574</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-23 15:56:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-23 16:26:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>