<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113554">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN FOOTSPRAY YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA (CHRISTM.) SWINGLE)</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis yang sering ditemukan pada kaki manusia dan menjadi penyebab bau kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan footspray yang&#13;
mengandung ekstrak etil asetat kulit jeruk nipis khususnya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode pada penelitian ini menggunakan difusi cakram. Hasil yang didapatkan bahwa ekstrak etil asetat kulit jeruk nipis menunjukkan hasil positif mengandung senyawa golongan flavonoid,&#13;
saponin, tanin, dan alkaloid. Ekstrak etil asetat kulit jeruk nipis dengan konsentrasi 12,5; 25; dan 50% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,7±1,05; 13±0,876; dan 15,3±0,438 mm dengan kategori aktivitas sedang. Sediaan footspray tanpa&#13;
penambahan ekstrak digunakan sebagai kontrol negatif sedangkan fresh energy deodorant spray merek butuh digunakan sebagai kontrol positif pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan footspray. Hasil yang didapatkan bahwa sediaan footspray mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan ratarata diameter zona hambat sebesar 17,98±0,652 mm dengan kategori aktivitas sedang. Evaluasi yang dilakukan pada sediaan footspray berupa uji organoleptik yang menghasilkan larutan berwarna kuning, aroma mint dan lemon, serta berbentuk cair; rata-rata pH sebesar 5,53±0,12; waktu kering 2,09±0,02 menit; daya sebar 5,17±0,28 cm; kondisi semprotan sediaan tergolong baik; aman digunakan karena tidak mengiritasi kulit; dan sediaan footspray disukai responden dari segi warna, aroma dan bentuk sediaan. Dapat disimpulkan bahwa sediaan footspray memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik dengan aktivitas antibakteri</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113554</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-23 12:04:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-23 14:30:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>