<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113552">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI STRUKTUR SESAR SUMATRA SEPANJANG PIDIE-NAGAN RAYA BERDASARKAN DATA GAYA BERAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALDA MAWADDAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian untuk mengidentifikasi struktur Sesar Sumatra telah dilakukan pada kawasan Pidie-Nagan Raya berdasarkan data gaya berat. Nilai percepatan gravitasi telah diukur menggunakan instrument Gravitimeter Scintrex CG-5 sebanyak 83 titik dengan total panjang lintasan ± 156 km. Nilai percepatan gravitasi juga didapatkan dari satelit GGMPlus yang memiliki resolusi spasial 230 m/px hingga diperoleh 160.626 grid data yang mencakup seluruh lokasi penelitian. Untuk mendapatkan nilai anomali Bouguer lengkap pada data lapangan diterapkan beberapa koreksi standar yaitu koreksi apungan, koreksi pasang surut, koreksi lintang, koreksi udara bebas, koreksi Bouguer dan koreksi medan sedangkan untuk data gravitasi satelit GGMPlus yaitu koreksi Bouguer dan koreksi medan. Nilai anomali Bouguer lengkap pada data lapangan dan data gaya berat GGMPlus sepanjang profil digunakan untuk pemodelan maju 2D menggunakan software Grav2DC dan dilihat perbandingan dari kedua model. Hasil model menunjukkan bahwa struktur Sesar Seulimeum, Sesar Aceh dan sesar Minor dapat diidentifikasi dengan kontras nilai anomali percepatan gravitasi yang menurun ataupun meningkat. Kontras kenaikan dan penurunan nilai anomali percepatan gravitasi pada data GGMPlus lebih tajam dibandingkan data lapangan. Hasil interpretasi kuantitatif dari data lapangan dapat diidentifikasi keberadaan Sesar Seulimeum, Sesar Aceh dan sesar minor secara berturut-turut berada di sekitar Glumpang Tiga sampai Mane, Mane dan Sungai Mas sedangkan berdasarkan data GGMPlus dapat diidentifikasi keberadaan Sesar Seulimeum, Sesar Aceh dan sesar minor secara berturut-turut berada di sekitar Glumpang Tiga sampai Tangse, Mane dan Sungai Mas. Pemodelan data lapangan dan pemodelan data GGMPlus dapat diidentifikasi keberadaan Sesar Seulimeum, Sesar Aceh dan sesar minor dengan jenis sesar oblique yaitu kombinasi sesar mendatar dan sesar normal. Keberadaan sesar lebih akurat pada hasil lapangan berdasarkan jarak pergeseran sesar terhadap sesar dugaan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Gaya berat, GGMPlus, Pidie-Nagan Raya, Anomali Bouguer Lengkap, Software Grav2DC, Sesar Sumatra</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113552</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-23 11:58:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-23 14:22:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>