ANáLISIS PENGELOLAAN RISIKO PADA PROSES PRODUKSI SERUM ANTI-AGING DARI BAHAN AKTIF MINYAK NILAM ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANáLISIS PENGELOLAAN RISIKO PADA PROSES PRODUKSI SERUM ANTI-AGING DARI BAHAN AKTIF MINYAK NILAM ACEH


Pengarang

Adinda Khalisha - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Friesca Erwan - 198405172019011101 - Dosen Pembimbing I
Awal Aflizal Zubir - 199104092021021101 - Dosen Pembimbing I
Nur Izzaty - 198408072019032011 - Dosen Pembimbing I
Raihan Dara Lufika - 199412282020122004 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1904106010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Industri., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Minyak nilam merupakan salah satu produk minyak atsiri yang termasuk ke dalam kelompok minyak nabati, berwujud kental, dan mudah menguap pada suhu ruangan. Kandungan patchouli alkohol (C16H26O) yang tinggi, membuat minyak nilam kerap digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat produk kosmetik yang salah satunya ialah serum anti-aging. Koperasi Inovasi Nilam Aceh (INOVAC) merupakan salah satu pelaku industri kimia yang memanfaatkan minyak nilam untuk membuat produk serum anti-aging. Dalam proses produksi produk serum anti-aging terdiri atas mempersiapkan alat kerja, membuat formulasi serum, memasukkan serum ke dalam botol, hingga dilakukannya pengemasan ke dalam kotak. Akan tetapi, dalam praktiknya ditemukan beberapa risiko yang berpotensi dapat mengganggu keberlangsung produksi, seperti bahan baku yang terkontaminasi dan ditemukannya serpihan kaca pada botol kemasan, sehingga diperlukannya manajemen risiko. Terdapat 10 risiko yang ditemukan ketika proses produksi serum anti-aging berlangsung, dimana 2 risiko dengan kode 2.1 dan 4.2 berisiko tinggi yang memiliki pengelolaan risiko berupa menghindari risiko. Kemudian 6 berisiko sedang dengan kode 2.2 dan 3.1 memiliki pengelolaan risiko berupa mitigasi, sedangkan kode 1.1, 1.2, 1.3, serta 1.4 risiko ditransfer ke pihak ketiga. Terakhir 2 risiko lainnya dengan kode 4.1 dan 4.3 berisiko rendah memiliki perlakuan berupa mitigasi risiko.
Kata kunci: INOVAC, minyak nilam, patchouli alkohol, risiko, serum anti-aging

Patchouli oil is one of the essential oil products that belongs to the vegetable oil group, is viscous, and easily evaporates at room temperature. The high content of patchouli alcohol (C16H26O), makes patchouli oil often used as a mixture of ingredients to make cosmetic products, one of which is anti-aging serum. Aceh Patchouli Innovation Cooperative (INOVAC) is one of the chemical industry players who utilize patchouli oil to make anti-aging serum products. The production process for anti-aging serum products consists of preparing working tools, making serum formulations, putting the serum into bottles, and packing it into boxes. However, in practice several risks were found that could potentially disrupt the continuity of production, such as contaminated raw materials and the discovery of glass shards in packaging bottles, so risk management is needed. There are 10 risks found during the anti-aging serum production process, of which 2 risks with codes 2.1 and 4.2 are high risk which have risk management in the form of risk avoidance. Then 6 moderate risks with codes 2.2 and 3.1 have risk management in the form of mitigation, while codes 1.1, 1.2, 1.3 and 1.4 risk is transferred to third parties. Last 2 other risks with low risk codes 4.1 and 4.3 have treatment in the form of risk mitigation. Keywords: INOVAC, patchouli oil, patchouli alcohol, risk, anti-aging serum

Citation



    SERVICES DESK