<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113517">
 <titleInfo>
  <title>ANáLISIS PENGELOLAAN RISIKO PADA PROSES PRODUKSI SERUM ANTI-AGING DARI BAHAN AKTIF MINYAK NILAM ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adinda Khalisha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Industri</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Minyak nilam merupakan salah satu produk minyak atsiri yang termasuk ke dalam kelompok minyak nabati, berwujud kental, dan mudah menguap pada suhu ruangan. Kandungan patchouli alkohol (C16H26O) yang tinggi, membuat minyak nilam kerap digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat produk kosmetik yang salah satunya ialah serum anti-aging. Koperasi Inovasi Nilam Aceh (INOVAC) merupakan salah satu pelaku industri kimia yang memanfaatkan minyak nilam untuk membuat produk serum anti-aging. Dalam proses produksi produk serum anti-aging terdiri atas mempersiapkan alat kerja, membuat formulasi serum, memasukkan serum ke dalam botol, hingga dilakukannya pengemasan ke dalam kotak. Akan tetapi, dalam praktiknya ditemukan beberapa risiko yang berpotensi dapat mengganggu keberlangsung produksi, seperti bahan baku yang terkontaminasi dan ditemukannya serpihan kaca pada botol kemasan, sehingga diperlukannya manajemen risiko. Terdapat 10 risiko yang ditemukan ketika proses produksi serum anti-aging berlangsung, dimana 2 risiko dengan kode 2.1 dan 4.2 berisiko tinggi yang memiliki pengelolaan risiko berupa menghindari risiko. Kemudian 6 berisiko sedang dengan kode 2.2 dan 3.1 memiliki pengelolaan risiko berupa mitigasi, sedangkan kode  1.1, 1.2, 1.3, serta 1.4 risiko ditransfer ke pihak ketiga. Terakhir 2 risiko lainnya dengan kode 4.1 dan 4.3 berisiko rendah memiliki perlakuan berupa mitigasi risiko.&#13;
Kata kunci: INOVAC, minyak nilam, patchouli alkohol, risiko, serum anti-aging</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-22 15:50:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-22 15:53:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>