<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113487">
 <titleInfo>
  <title>PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BAKSO IKAN LUEBIM (CANTHIDERMIS MACULATA) DENGAN PEMANFAATAN TEPUNG PATI GANYONG (CANNA EDULIS KERR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI ANNISA SAIDIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PKK</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ganyong dan ikan leubim merupakan pangan lokal yang dapat diolah menjadi suatu produk makanan seperti bakso. Tujuan penelitian untuk mengetahui resep standar, menganalisis karakteristik organoleptik, dan menghitung jumlah kalori. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang diujikan oleh 5 narasumber dan uji penerimaan (Hedonic scale) oleh 30 konsumen terdiri atas mahasiswa Tata Boga FKIP USK. Data uji pengamatan dianalisis menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai narasumber dan uji penerimaan menggunakan analisis Paired T-test. Hasil analisis uji organoleptik yang dilakukan oleh narasumber diketahui bahwa, bakso tanpa penambahan pati ganyong (BLG00) memperoleh nilai tertinggi dengan nilai rata-rata dari segi warna 24,6 dengan deskripsi sangat putih, dari segi aroma 23,1 dengan deskripsi sangat harum, dari segi rasa 21,8 dengan deskripsi sangat umami, dan dari segi tekstur 23,4 dengan deskripsi sangat kenyal. Selanjutnya hasil analisis data uji organoleptik yang dilakukan oleh konsumen lebih menyukai bakso ikan leubim pati ganyong pada  perlakuan BLG01 dengan nilai rata-rata dari segi warna 4,3, aroma 4,1, dan rasa 4,1, tetapi dari segi tekstur 4,2 konsumen lebih menyukai perlakuan BLG02. Hasil uji proksimat diketahui bahwa, jumlah kalori bakso ikan dengan penambahan pati ganyong dengan hasil tertinggi nilai gizinya adalah pada perlakuan BLG01 yaitu 150,04 kkal. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa Ha diterima pada kategori warna dan tekstur karena adanya perbedaan preferensi konsumen terhadap bakso ikan leubim dengan penambahan pati ganyong sedangkan H0 diterima pada kategori aroma dan rasa karena tidak adanya perbedaan preferensi konsumen terhadap bakso ikan leubim dengan penambahan pati ganyong. Uji proksimat Ha diterima karena adanya perbedaan jumlah kalori pada bakso ikan leubim pati ganyong.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113487</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-22 10:59:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-22 11:31:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>