<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113405">
 <titleInfo>
  <title>PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR AIR TRAFFIC CONTROLLER (ATC) MENGGUNAKAN METODE SWAT DAN NASA-TLX (STUDI   KASUS:</title>
  <subTitle>PERUM LPPNPI CABANG BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI SALSABILA MUTHMAINNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perum LPPNPI Cabang Banda Aceh merupakan salah satu perusahaan di Bandara Sultan Iskandar Muda yang bergerak di bidang pemanduan lalu lintas udara. Salah satu profesi utama di perusahaan tersebut adalah operator Air Traffic Controller (ATC) yang memberikan layanan pengaturan lalu lintas udara pada suatu penerbangan. Operator ATC dituntut harus mempunyai kecepatan dan ketepatan dalam memberikan informasi agar tidak terjadi kecelakaan pada saat penerbangan. Padatnya lalu lintas udara juga mempengaruhi tingkat ketelitian operator dalam melakukan kegiatannya. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan pengukuran beban kerja mental untuk mengetahui faktor penyebab dan tingkat beban kerja mental yang dialami operator ATC. Pengukuran beban kerja mental dikakukan menggunakan metode SWAT dan NASA-TLX dengan penyebaran kuesioner kepada seluruh operator ATC.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi beban kerja operator dengan metode SWAT yaitu faktor beban waktu dengan persentase sebesar 63,67%, sedangkan dengan menggunakan metode NASA-TLX yaitu faktor performansi dan kebutuhan mental sebesar 33% dan 25%. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan operator ATC terikat oleh waktu, memiliki standar keberhasilan yang tinggi, dan harus fokus serta teliti dalam melakukan pekerjaannya. Kemudian, hasil pengukuran dengan metode SWAT menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental operator ATC berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 71, sedangkan dengan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental operator ATC berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 89. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa operator ATC mengalami beban kerja mental secara signifikan yang dibuktikan oleh nilai rata-rata beban kerja mental yang tinggi dalam kedua metode pengukuran.&#13;
&#13;
Kata Kunci : ATC, Beban Kerja Mental, SWAT, NASA-TLX&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113405</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-18 12:52:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-18 15:17:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>