<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113370">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM PADA KONTEKS PERSONAL KONTEN DATA DAN KETIDAKPASTIAN DI SMP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAHFIZATUL JULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah salah satu sistem evaluasi pendidikan untuk mengembangkan keterampilan siswa. Fokus pelaksanaan AKM adalah pada aspek literasi membaca dan numerasi. Literasi numerasi AKM diharapkan akan melahirkan siswa yang memiliki daya pikir kritis dalam menganalisis informasi. Namun, hasil yang diperoleh belum maksimal, hal ini disebabkan oleh belum tersedianya perangkat pembelajaran yang berorientasi AKM, sehingga perlu disediakan perangkat pembelajaran yang dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran berorientasi AKM. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang berorientasi AKM pada konteks personal konten data dan ketidakpastian yang memenuhi kriteria valid. Penelitian ini hanya menjalankan dua dari tiga tahapan pengembangan Plomp (2013) yaitu tahap pengkajian awal (preliminary research) dan tahap perancangan (prototyping phase), tidak sampai ke tahap penilaian (assessment phase). Tahap pengkajian awal terdiri dari kegiatan analisis kebutuhan, analisis konteks, konten, level kognitif, analisis kompetensi AKM, dan analisis format lintasan belajar, RPP, dan LKPD terbaru. Tahap perancangan terdiri atas kegiatan pengembangan instrument, pengembangan lintasan belajar, RPP, LKPD, dan kegiatan validasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu teman sejawat yang sudah pernah mengembangkan perangkat pembelajaran berorientasi AKM, guru mata pelajaran matematika yang memahami AKM, dan dua orang dosen yang ahli dan pernah melatih AKM. Instrumen yang digunakan adalah lembar analisis kebutuhan, lembar analisis konteks, konten serta level kognitif, lembar analisis kompetensi AKM, lembar analisis format lintasan belajar, RPP dan LKPD terbaru, dan lembar validasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar, RPP, dan LKPD konteks personal konten data dan ketidakpastian terdiri dari tiga pertemuan memenuhi kriteria valid dari aspek isi, konstruk, dan bahasa. Implikasi penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran yang dihasilkan perlu dilakukan uji coba kepraktisan dan diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113370</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 11:42:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 12:01:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>