<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113366">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KAPASITAS MODEL RANGKA KUDA-KUDA TIPE TRIPLE FINK TERHADAP PEMBEBANAN ANGIN MAKSIMUM DI INDONESIA DENGAN SIMULASI MONTE-CARLO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Muhammad Ridha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sepanjang tahun 2022, terdapat 1068 kejadian bencana cuaca ekstrem di Indonesia. Tingginya jumlah kejadian menjadi perhatian mengingat kemungkinan dampaknya dapat merusak infrastruktur terutama pada struktur atap. Saat ini, bahan yang paling umum digunakan sebagai material rangka atap adalah baja ringan. Namun, penelitian yang mengevaluasi kemampuan layan dan ketahanan dari struktur atap baja ringan belum banyak dilakukan. Studi ini bertujuan menghasilkan kurva kerapuhan struktur rangka atap terhadap pembebanan angin menggunakan simulasi Monte-Carlo. Kurva kerapuhan adalah grafik yang menunjukkan probabilitas suatu struktur melewati kondisi batas tertentu sebagai fungsi dari intensitas beban angin. Penelitian ini diterapkan pada studi kasus struktur rangka atap baja ringan profil C75 dengan tipe triple fink sebagaimana yang tercantum dalam SE DJCK PUPR No. 47 Tahun 2020 pada kondisi pembebanan angin maksimum di Indonesia dan dilakukan secara otomatis dengan Open Application Programming Interface (OAPI) SAP2000. Respon struktural dievaluasi dari hasil analisis menggunakan fungsi kondisi batas yang memperhitungkan mode kegagalan penampang dan defleksi global. Kurva kerapuhan dihasilkan dengan melakukan simulasi Monte-Carlo yang menghasilkan 10.000 data terhadap hasil analisis tersebut. Hasilnya didapatkan kurva kerapuhan dengan parameter rata-rata standar deviasi logaritmik sebesar 9,52 dan median logaritmik sebesar 33,36 dan rangka atap triple fink memiliki probabilitas kegagalan penampang dan defleksi global lebih tinggi dari 50% dalam menahan beban angin dengan kecepatan rata-rata di atas 33,36 m/s.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113366</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 10:34:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 10:44:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>