<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113364">
 <titleInfo>
  <title>HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PASCA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KARI PADA TERAPI TUMOR MAMMAE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Ridho Afriadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun kari merupakan tanaman yang populer digunakan sebagai bahan masakan dan juga memiliki banyak khasiat sebagai obat tradisional, salah satunya adalah antitumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi ginjal tikus pasca pemberian ekstrak etanol daun kari pada terapi tumor mammae. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sembilan ekor tikus Sprague dawley betina yang dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif, kelompok 2 dan 3, tikus diinduksi dengan tumor mammae, kemudian diterapi dengan ekstrak etanol daun kari dosis 300 mg/kg dan 400 mg/kg bobot badan selama 30 hari. Parameter pemeriksaan ginjal berdasarkan adanya degenerasi sel, kongesti, infiltrasi sel radang, dan sel nekrosis. Hasil penelitian memperlihatkan kelompok 1 tidak ditemukan kerusakan. Kelompok 2 ditemukan degenerasi sel, infiltrasi sel radang, dan nekrosis dengan kategori ringan, dan kelompok 3 memperlihatkan degenerasi sel, kongesti dan nekrosis dengan kategori ringan. sedangkan infiltrasi sel radang dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa histopatologi pada organ ginjal tikus memiliki tingkat kerusakan ringan yang bersifat reversible sehingga aman untuk dijadikan obat herbal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113364</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 09:42:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-16 10:08:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>