<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113270">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizkia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah Aceh merupakan salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Pembuatan ikan asin merupakan salah satu upaya peningkatan harga jual ikan. Ikan asin di ekspor ke negara lain untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Sistem pengeringan di Aceh masih menggunakan cara tradisional sehingga hasil akhir ikan tidak memenuhi standar ekspor. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan sistem pembuatan ikan asin sehingga mencapai mutu standar ekspor. Penelitian dilakukan dengan dua variasi jumlah kadar garam 30 % dan 40 %, dan tiga variasi lama penggaraman 2, 4, dan 6 jam serta, penelitian dilakukan dengan dua variasi temperatur, pengujian pertama menggunakan temperatur konstan 80⁰C dan pengujian kedua menggunakan temperatur non konstan pada temperatur 80⁰ yang akan diturunkan 10⁰C setiap 2 jam hingga temperatur 60⁰C. penelitian dilakukan dengan 3 variasi lama fermentasi 12, 16, dan 20 jam. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kadar garam 30% dengan lama perendaman 6 jam dan lama fermentasi 20 jam dengan menggunakan temperatur pengeringan non konstan merupakan sistem terbaik untuk menghasilkan mutu ikan asin terbaik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113270</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-11 14:49:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-14 09:22:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>