<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113247">
 <titleInfo>
  <title>JUMLAH LACTOBACILLUS PLANTARUM SELAMA PROSES PEMBUATAN DAGING KERING KHAS ACEH (SIE BALU)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>husnul chotimah kusnadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Sie balu merupakan makanan tradisional khas Aceh yang dibuat dari daging sapi dan  diawetkan dengan cara penambahan asam, garam, penekanan dengan batu pemberat dan dijemur dengan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah L. plantarum selama proses pembuatan daging kering sie balu. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu pemberian L. plantarum dan lama pengeringan. Setiap perlakuan terdiri dri tiga ulangan.  Sie balu dibuat dari dua kg daging sapi bagian musculus semitendinosus yang dibagi dalam empat perlakuan yang ditambahkan bumbu dan diberikan L. plantarum sebanyak 0, 3, 6, dan 9 mL. Selanjutnya ditekan dengan batu pemberat 10 kg selama 12 jam dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama 8 hari. Pengamatan jumlah L. plantarum dilakukan pada hari ke 1, 4, dan 8 pada masing-masing perlakuan. Berdasarkan analisis statistik pemberian L. plantarum dengan jumlah yang berbeda pengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah L. plantarum pada sie balu. Interaksi antara pemberian L. plantarum 0, 3, 6, dan 9 mL dengan lama proses pembuatan sie balu tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah L. plantarum (P&gt;0,05).  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan jumlah L. plantarum dari penambahan 3, 6, dan 9 mL L. plantarum selama proses pembuatan sie balu. Jumlah L. plantarum pada hari ke 1-4 mengalami peningkatan sedangkan pada hari ke-8 jumlah L. plantarum mengalami penurunan. Pemberian L. plantarum sebanyak 6 mL efektif untuk diberikan sebagai bahan pengawet biologi pada pembuatan sie balu. &#13;
&#13;
Kata kunci : Lactobacillus plantarum, pengeringan, pengawetan biologi, sie balu</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113247</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-09 20:41:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-10 09:37:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>