<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113232">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN SISTEM AUTOMATISASI PENYIRAMAN TANAMAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) DENGAN APLIKASI TELEGRAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Feri Irawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi yang berkembang dimasa sekarang sangat diharapkan untuk dapat mendukung di segala aspek kehidupan, khususnya untuk daerah Aceh dimana kopi menjadi fokus utama pada sektor pertanian. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi para petani kopi adalah sulit mendapatkan bibit kopi yang berkualitas untuk ditanam dan sistem penyiraman yang teratur. Maka dari itu studi ini akan difokuskan untuk membuat suatu sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan mikrokontroler dengan kontrol aplikasi telegram. Cara kerja sistem yang dibuat yaitu dengan menggunakan sensor kelembaban tanah (soil moisture sensor) yang akan membaca tingkat kelembaban tanah, jika terdeteksi tingkat kelembaban tanah dibawah 40% (tanah kering) maka mikrokontroler akan mengaktifkan relay yang akan menghidupkan pompa untuk menyirami tanaman, dan ketika kelembaban tanah yang dibaca oleh sensor sudah mencapai nilai yang ditentukan yaitu diatas 70% (tanah basah) maka mikrokontroler akan memerintahkan relay untuk mematikan pompa. Hasil pembacaan sensor sebelum proses penyiraman (kondisi awal tanah) diperoleh nilai kelembaban untuk pot 1 (tanah humus) sebesar 38%, pot 2 (tanah alluvial) sebesar 37% dan pot 3 (tanah pasir) sebesar 33%. Sedangkan untuk tanah yang sudah disiram menggunakan sistem didapatkan nilai dari sensor sebesar 63% untuk pot 1, 71% untuk pot 2, dan 58% untuk pot 3. Hasil pembacaan nilai dari sensor yang dibandingkan dengan alat ukur kelembaban tanah didapatkan rata-rata error yang relatif kecil dengan nilai sebesar 7,07% sebelum proses penyiraman, dan setelah proses penyiraman didapatkan rata-rata error sebesar 5,93%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113232</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-08 16:26:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-09 09:18:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>