<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113205">
 <titleInfo>
  <title>KAPASITAS IMPACT  PELAT BETON BERTULANG MUTU TINGGI MENGGUNAKAN SERAT POLYPROPYLENE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M Nuril Khair</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beban impact pada konstruksi dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan tersebut. Cara efektif untuk mencegah kerusakan dengan memasang tulangan merata pada penampang yang berpotensi menerima beban tersebut dan penambahan serat polypropylene diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kegetasan beton. Penelitian ini akan  menggunakan kombinasi bahan tambah chemical admixture (viscocrete 3115N), mineral (silica fume) dan serat polypropylene. Penggunaan serat polypropylene yaitu sebesar 1% dari volume beton dan nilai FAS 0,3. Benda uji pertama untuk kuat kejut berdimensi 40 cm x 40 cm dengan tebal 5 cm yaitu BS 1 yang memakai serat dan BS 4 yang tidak memakai serat, benda uji kedua 60 cm x 60 cm dengan tebal 5 cm yaitu  BS 2 yang memakai serat dan BS 5 yang tidak memakai serat dan benda uji ketiga 80 cm x 80 cm dengan tebal 5 cm yaitu BS 3 yang memakai serat dan BS 6 yang tidak memakai serat. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini kuat tarik baja, kuat tekan beton 7 dan 8 hari, regangan baja dan beton serta  kenaikan energi  pelat BS 1 lebih besar 17% dari pelat BS 4, pelat BS 2  6% dari pelat BS 5, pelat BS 3 1% dari pelat BS 6 serta keretakan yang terjadi pada pelat  bertulang yang memiliki serat lebih sedikit dibanding pelat bertulang tidak memakai serat. Pada pengukuran pelat sejenis tidak berserat yaitu pelat BS 4,BS 5, BS 6 semakin besar pelatnya semakin besar energi yang didapatkan, tapi pada keretakan lebih banyak ketika dimensi pelat tersebut semakin besar. Pada pengukuran pelat  yang berserat yaitu pelat BS 1, BS 2, Bs 3 semakin besar pelatnya semakin besar energi yang didapatkan, dan pada keretakan pada bidang tumbuk (impact) lebih banyak ketika dimensi pelat tersebut semakin kecil. Retak akhir dibagian belakang pelat yang tidak memakai serat yaitu pelat BS 4, BS 5, BS 6 memiliki kehancuran yang lebih besar dibandingkan dengan pelat yang memakai serat yaitu pelat BS 1, BS 2, BS 3.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113205</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-08 08:13:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-08 09:11:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>