<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113182">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GEOMETRIK JALAN DI TIKUNGAN STA 81+000 HINGGA STA 82+000 PADA RUAS JALAN MEDAN – BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABDA SYAKURA TAQWADIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lengkung horizontal, lengkung peralihan, superelevasi, dan kelandaian memanjang jalan eksisting dan juga untuk melakukan perencanaan ulang lengkung horizontal, lengkung peralihan, superelevasi, dan kelandaian memanjang jalan eksisting agar sesuai dengan Pedoman Nomor 13/P/BM/2021 apabila ditemukannya komponen yang tidak sesuai. Pengambilan data di lapangan dilakukan menggunakan alat total station untuk mendapatkan koordinat titik-titik pada jalan eksisting terhadap koordinat lokalnya. Hasil dari pengambilan data diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi AutoCad Civil 3D untuk mendapatkan kondisi jalan eksisting dan menyediakan perencenaan ulang. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh bahwa lengkung horizontal eksisting untuk ketiga tikungan melebihi dari ketentuan minimum (28 meter) dengan menggunakan kecepatan rencana 30 km/jam. Namun, ketiga tikungan tersebut tidak dapat menyediakan besaran lengkung peralihan eksisting yang sesuai terhadap lengkung horizontal eksisting masing-masing tikungannya. Superelevasi jalan eksisting juga tidak sesuai dengan Pedoman Nomor 13/P/BM/2021 karena terdapat beberapa bagian jalan yang memiliki superelevasi melebihi superelevasi maksimum. Kelandaian memanjang jalan sendiri sudah sesuai dengan Pedoman Nomor 13/P/BM/2021 yaitu sebesar 6,4 %, namun panjang kelandaian kritisnya melebihi batasan maksimal yang diatur. Pada perencanaan ulang, tikungan 1 dan 2 eksisiting digabungkan sehingga menciptakan tikungan tunggal. Dari hasil perencanaan ulang yang dilakukan diperoleh lengkung horizontal pada tikungan 1 adalah 60 meter dan pada tikungan 2 adalah 30 meter, lengkung peralihan pada tikungan 1 adalah 30 meter dan pada tikungan 2 adalah 38 meter, superelevasi desain pada tikungan 1 adalah 6,3 % dan pada tikungan 2 adalah 8 %, dan untuk kelandaian memanjang jalan adalah 6 % dengan panjang kelandaian kritis sebesar 360 meter dan panjang jalan adalah 353,01 meter.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113182</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 11:07:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 11:17:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>