<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113157">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI FAKTOR- FAKTOR KERENTANAN RANTAI PASOK PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Silvia Anggraini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelaksanaan suatu proyek konstruksi jembatan memiliki sistem untuk memasok material/alat ke dalam proyek yang dinamakan rantai pasok. Rantai pasok adalah suatu jaringan kerjasama dalam menyediakan material atau bahan baku yang melibatkan beberapa pihak. Rantai pasok harus diperhatikan dengan baik untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerentanan rantai pasok yang dapat menghambat keberlangsungan proyek. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi kerentanan yang paling dominan terjadi pada rantai pasok proyek konstruksi jembatan di Provinsi Aceh. Berdasarkan data yang didapatkan dari LPSE diperoleh sampel sebanyak 16 pekerjaan proyek jembatan pada tahun 2018-2022. Uji data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif, serta identifikasi kerentanan dominan dilakukan dengan analisis Vulnerability Index (VI). Dari hasil penelitian ditemui 10 faktor kerentanan dengan status sangat tinggi dan 1 status tinggi, serta 45 indikator dengan status kerentanan sangat tinggi dan 3 indikator dengan status rendah. Faktor kerentanan yang paling dominan sering terjadi dalam rantai pasok proyek jembatan di Provinsi Aceh adalah Kerentanan Tekanan Pasar (X10) nilai VI (0,866) , Kerentanan Tekanan Politik Atau Hukum (X7) nilai VI (0,861) , Kerentanan Gangguan Kerusakan Fisik (X9) nilai VI (0,855).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113157</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-05 20:38:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 09:39:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>