KAJIAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN RANTAI PASOK PADA PROYEK GEDUNG DAN PERUMAHAN DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN RANTAI PASOK PADA PROYEK GEDUNG DAN PERUMAHAN DI BANDA ACEH


Pengarang

Almira Davita - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurisra - 197010011997022001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1904101010016

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

690

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keterlibatan banyak pihak pada kegiatan konstruksi membentuk suatu pola hubungan rantai pasok. Rantai pasok merupakan jaringan-jaringan perusahaan yang bekerjasama untuk menciptakan dan menghantarkan produk. Salah satu cara pengelolaannya adalah dengan menggunakan manajemen rantai pasok. Metode ini diterapkan di dunia konstruksi untuk menjaga kelancaran aliran informasi, dana, dan barang. Pada saat ini, masih banyak kontraktor yang belum menerapkan manajemen rantai pasok dan cenderung masih menerapkan manajemen tradisional. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen rantai pasok pada proyek konstruksi dari sisi kontraktor beserta tantangan yang dihadapi dengan menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu dengan mengeksplor secara mendalam proyek yang diteliti. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini diadopsi dari Cooper (1993). Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan wawancara. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 12 orang dari 4 perusahaan kontraktor dengan golongan menengah dan besar di Banda Aceh yang sedang melaksanakan proyek gedung dan perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek perumahan Villa Harapan Indah sebesar 63,64%, proyek gedung Badan Pengelolaan Keuangan Aceh sebesar 72,73%, proyek gedung Bank Syariah Indonesia sebesar 72,73% dan proyek perumahan Klieng Cot Aron sebesar 18,18%. Sedangkan faktor dominan hambatan dalam implementasinya adalah faktor kompleksitas pada proyek yang terdapat 2 indikator dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu 3,83.

The involvement of many participants in construction activities forms a pattern of supply chain relationships. Supply chains are networks of companies that work together to create and deliver products. One way to manage it is to use supply chain management. This method is applied in the world of construction to maintain the smooth flow of information, funds and goods. At this time, there are still many contractors who have not implemented supply chain management and tend to still apply traditional management. This study aims to find out how supply chain management is applied to construction projects from the contractor side and the challenges faced by using a case study approach, namely by exploring in depth the project under study. The instrument used in this study was adopted from Cooper (1993). Data collection was carried out by distributing questionnaires and interviews. The number of respondents collected was 12 people from 4 contractor companies with medium and large groups in Banda Aceh who were carrying out building and residential projects. The results showed that the Villa Harapan Indah residence project was 63.64%, the Badan Pengelolaan Keuangan Aceh building project was 72.73%, the Bank Syariah Indonesia building project was 72.73% and the Klieng Cot Aron residence project was 18.18%. Meanwhile, the dominant factor that hinders its implementation is the complexity factor in the project, where there are 2 indicators with the highest average value of 3.83.

Citation



    SERVICES DESK