<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113151">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN EVALUASI OBAT KUMUR DARI ISOLAT DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) SEBAGAI AGENSIA ANTIMIKROBA DI KAWASAN GEOTERMAL SEULAWAH AGAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diana Setya Ningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengeksplorasi potensi kawasan geotermal Seulawah Agam, Aceh, khususnya daerah Ie Jue, sebagai sumber daya alam untuk pengembangan obat kumur alami. Tujuan penelitian adalah pada tumbuhan Calotropis gigantea (biduri/rubek) yang hidup di kawasan tersebut. Tumbuhan ini mampu tumbuh di lokasi kering dengan suhu tinggi, yang mempengaruhi proses fotosintesis, respirasi, dan sintesis biomolekul pada daunnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun C. gigantea dari Ie Jue memiliki kandungan senyawa antibakteri yang lebih banyak daripada dua lokasi geotermal lainnya (Ie Seu’um dan Ie Broek). Senyawa ini memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab halitosis, termasuk P. gingivalis dan S. moorei. Penggunaan ekstrak C. gigantea dalam obat kumur menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan formulasi obat kumur yang mengandung 3,125% ekstrak mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan membentuk biofilm pada tingkat yang tinggi. Namun, ekstrak juga menunjukkan sitotoksistas yang kuat terhadap sel pulpa, sehingga perlu dipertimbangkan dengan hati-hati dalam formulasi produk. Penelitian ini memberikan urgensi dalam pengembangan obat kumur alami berbasis C. gigantea sebagai agensia antimikroba di kawasan geotermal Seulawah Agam, Aceh. Potensi sumber daya alam dan karakteristik tumbuhan yang dipengaruhi oleh lingkungan memberikan peluang untuk pengembangan produk herbal yang efektif dalam mengatasi halitosis. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan industri kesehatan mulut yang berkelanjutan dan pemahaman yang lebih baik tentang potensi tumbuhan lokal sebagai sumber bahan aktif dalam pengobatan herbal.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Calotropis gigantea, Geotermal, obat kumur, antibakteri</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113151</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-05 09:57:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 09:30:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>