<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113149">
 <titleInfo>
  <title>FOAM CONCRETE SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI MATERIAL LAPIS PERKERASAN JALAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MANZILINA SALSABILA KHALIDIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkerasan jalan mempunyai tiga jenis konstruksi perkerasan salah satunya adalah konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement). Perkerasan kaku membutuhkan persediaan material galian c pada pembuatan plat beton yang mengakibatkan agregat campuran beton ini akan terus berkurang pada kurun waktu tertentu. Berdasarkan kondisi tersebut, tugas akhir ini dibuat dengan tujuan menganalisis alternatif pengganti material lapis perkerasan jalan dengan menggunakan foamed concrete dan memberikan perbandingan antara foamed concrete dan beton normal dalam menampung beban kendaraan. Analisis dilakukan dengan membandingkan foamed concrete dan beton normal dengan pengujian sifat mekanis, pengujian sifat fisis, dan simulasi dalam menampung beban kendaraan, serta perencanaan tebal perkerasan. Dalam penelitian ini digunakan benda uji berupa silinder ukuran 100 mm x 200 mm dan total benda uji berjumlah 6 benda uji, pengujian dilakukan pada umur benda uji 14 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan perbandingan kuat tekan rata-rata foamed concrete lebih rendah sebesar 1,5 kali dari kuat tekan rata-rata beton normal, foamed concrete mampu dalam menahan beban kendaraan yang telah diekivalenkan kedalam beban sumbu standar. Perencanaan perkerasan kaku menggunakan jenis perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan. Jika foamed concrete digunakan sebagai perkerasan kaku maka hasil analisis menunjukkan tebal perkerasan foamed concrete yang didapatkan sebesar 21 cm dengan lapis pondasi bawah berupa lean mix concrete dengan tebal 15 cm. Pd T-14-2003 mensyaratkan bahwa untuk tebal perkerasan 21 cm maka sambungan memanjang yang digunakan tie bar dengan diameter 16 mm, panjang 70 cm dan jarak 75 cm dan pada sambungan susut melintang adalah ruji berdiameter 33 mm, panjang 45 cm dan jarak antar ruji sebesar 30 cm. Foamed concrete memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai alternatif material pengganti pada perkerasan jalan dan dapat digunakan pada lalu lintas menengah dengan klasifikasi serta kelas jalan adalah jalan kolektor dan jalan kelas II.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113149</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 17:19:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 09:25:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>