<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113145">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH AKTIVITAS FISIK SWIMMING EXERCISE TERHADAP KONSENTRASI PROTEIN MARKER PREDIKTIF PREEKLAMPSIA PADA RATTUS NORVEGICUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Oktalia Sabrida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Preklampsia (PE) merupakan kehamilan komplikasi yang mengancam jiwa ibu dan janin. Konsentrasi soluble fms-like tyrosine kinase 1 (sFlt-1), pentraxin 3 (PTX3), chorionic gonadotropin beta (B-CG), dan kortisol yang tinggi selama kehamilan kemungkinan memiliki peran dalam patofisiologi PE. Swimming Exercise (SE) merupakan salah satu aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk ibu hamil karena memiliki risiko minimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi antara kondisi (normal dan PE), onset PE (early onset dan late onset), serta waktu SE (0 menit, 5 menit, dan 10 menit) terhadap konsentrasi sFlt-1, PTX3, B-CG dan kortisol sebagai protein marker prediktif PE pada Rattus norvegicus. &#13;
Sebanyak 72 ekor Rattus norvegicus galur Wistar virgin usia 2-3 bulan dengan bobot badan 200-250 gram dilibatkan dalam penelitian ini. Rattus norvegicus bunting diperoleh dengan cara menempatkan Rattus norvegicus betina dan jantan dalam satu kandang selama 24 jam dengan perbandingan jumlah Rattus norvegicus jantan dan betina adalah 1:3. Randomisasi homolog dilakukan terhadapa 72 Rattus norvegicus bunting yang dibagi menjadi 12 kelompok percobaan (masing-masing kelompok n=6 ekor). Kelompok I merupakan kelompok Rattus norvegicus normal, early onset, dan SE 0 menit (NEOSE0). Kelompok II merupakan kelompok Rattus norvegicus normal, early onset, dan SE 5 menit (NEOSE5). Kelompok III merupakan kelompok Rattus norvegicus normal, early onset, dan SE 10 menit (NEOSE10). Kelompok IV merupakan kelompok Rattus norvegicus normal, late onset, dan SE 0 menit (NLOSE0). Kelompok V merupakan kelompok Rattus norvegicus normal, late onse,t dan SE 5 menit (NLOSE5). Kelompok VI merupakan kelompok Rattus norvegicus normal, late onset, dan SE 10 menit (NLOSE10). Kelompok VII merupakan kelompok Rattus norvegicus PE, early onset, dan SE 0 menit (PEEOSE0). Kelompok VIII merupakan kelompok tikus Rattus norvegicus PE, early onset, dan SE 5 menit (PEEOSE5). Kelompok IX merupakan kelompok Rattus norvegicus PE, early onset, dan SE 10 menit (PEEOSE10). Kelompok X merupakan kelompok Rattus norvegicus PE, late onset, dan SE 0 menit (PELOSE0). Kelompok XI merupakan kelompok Rattus norvegicus PE, late onset dengan SE 5 menit (PELOSE5). Kelompok XII merupakan kelompok Rattus norvegicus PE, late onset, dan SE 10 menit (PELOSE10). Rattus norvegicus sebagai model PE dibuat dengan memberikan injeksi L-Nitro-Arginine-Methyl Ester (L-NAME) dengan dosis 75 mg/ kg BB/hari. Penentuan PE didukung dengan pengamatan perbedaan nilai protein urin, glukosa urin, dan leukosit urin Rattus norvegicus yang diukur sebelum dan setelah diinjeksi L-NAME.&#13;
Berdasarkan hasil pengamatan 5 hari perlakuan, terdapat perbedaan signifikan nilai protein urin dan glukosa urin sebelum dan sesudah injeksi L-NAME pada Rattus norvegicus model PE, namun tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap nilai leukosit urin pada Rattus norvegicus model PE. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik tiga faktorial menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang signifikan (p0,05) antara kondisi, onset PE, dan waktu SE terhadap konsentrasi PTX3 Rattus norvegicus model PE, terdapat interaksi signifikan antara kondisi, onset PE, dan waktu SE terhadap konsentrasi B-CG dan kortisol Rattus norvegicus model PE (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113145</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 15:51:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 16:01:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>