<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113101">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN PADA HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KARBON SEDANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUJID IKHRAM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan sifat mekanik pada komponen mesin yang terbuat dari baja paduan dapat diperoleh melalui proses perlakuan panas. Peningkatan sifat mekanik dilakukan dengan memanaskan baja paduan kemudian didinginkan dengan media pendingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi media pendingin terhadap nilai kekerasan dan kekuatan tarik dari baja karbon sedang. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan desain eksperimen pada material dimana media pendingin yang digunakan ada tiga jenis yaitu minyak sawit, minyak nilam dan minyak kelapa. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM E8 dan pengujian kekerasan menggunakan hardness vickerss dengan mata indentor berbentuk bola.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengujian tarik yang dilakukan pada spesimen baja karbon sedang dengan menggunakan media pendingin minyak sawit memiliki nilai lebih tinggi yaitu sebesar 296 MPa dibandingkan dengan media pendingin minyak kelapa dimana masing-masing nilainya 270 MPa - 296 MPa, dengan minyak nilam sebesar 214 MPa -202 MPa. Sedangkan nilai uji kekerasan paling tinggi didapat oleh spesimen dengan menggunakan media pendingin minyak nilam masing-masing 37 HRB dan 63 HRB dibandingkan dengan spesimen menggunakan media pendingin minyak kelapa 33 HRB dan 55 HRB dan minyak sawit 36 HRB dan 55 HRB</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113101</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-03 16:44:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-04 09:33:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>