<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113092">
 <titleInfo>
  <title>SIRKULASI ARUS DAN TRANSPOR SEDIMEN DI PERAIRAN ACEH DENGAN MODEL NUMERIK HIDRODINAMIKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ichsan Setiawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perairan Aceh terletak diantara Samudera Hindia, Pulau Sumatera, dan Selat Malaka. Adapun aktivitas di perairan Aceh dan sekitarnya adalah kegiatan pelayaran, pelabuhan, penambangan, pertambakan dan perikanan serta pariwisata. Segala aktivitas tersebut dipengaruhi hidrodinamika dan dinamika sedimen. Penelitian hidrodinamika dan sedimen yang dilakukan sebelumnya di Aceh antara lain tentang pasang surut laut, sirkulasi arus, energi laut, statistik sedimen dasar dan sedimen tersuspensi. Selanjutnya penelitian transpor sedimen dekat pantai dan estuari umumnya disebabkan oleh gelombang, arus pasang surut, dan arus akibat gelombang. Gelombang dan arus adalah faktor penting transpor sedimen pada perairan pantai dan estuari dalam mendukung, menjaga atau memproteksi segala aktivitas di sekitar perairan, sehingga kajian sirkulasi arus dan transpor sedimen perlu dilakukan secara mendalam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sirkulasi arus dan transpor sedimen  di perairan Aceh untuk diteruskan ke stakeholders untuk kontrol marine protected area (MPA), kontrol kualitas air, pengembangan pelabuhan, industri sekitar pantai, lepas pantai, dan aktivitas penangkapan ikan. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah (1) menelaah proses sirkulasi arus perairan Aceh; (2) mengkaji pola transpor sedimen di wilayah perairan Aceh serta (3) menganalisis arus dan distribusi konsentrasi sedimen di lingkungan laut. &#13;
Hasil-hasil penelitian menghasilkan hidrodinamika 2D hidrostatik akibat pasang surut dan hidrodinamika 3D non hidrostatik akibat angin, pasang surut laut, perbedaan densitas yang dikombinasikan dengan transpor sedimen. Hasil penelitian hidrodinamika 2D hidrostatik di Western Waters of Aceh (WWA) menunjukkan bahwa amplitudo pasang surut M2 berkisar antara 14 cm dan 17 cm. Nilai terendah berada di tengah WWA, sedangkan nilai tertinggi berada di barat laut (NW). Di tenggara (SE), amplitudo adalah 15 cm. Nilai fase berada dalam kisaran 0 sampai 40 derajat yang menunjukkan bahwa gelombang pasang surut M2 bergerak dari SE ke NW. Elips arus menunjukkan rotasi berlawanan arah jarum jam. Arus residu yang diperoleh dari elips arus bergerak dari SE ke NW. Berdasarkan amplitudo pasang surut M2, disimpulkan bahwa gelombang pasang surut M2 berdampak lemah terhadap arus pasang surut di WWA. Amplitudo semi-mayor elips arus menunjukkan nilai yang relatif lebih tinggi di WWA bagian barat dibandingkan dengan WWA bagian timur. Arus residu cukup kuat di perairan dangkal dekat garis pantai WWA. &#13;
Hasil penelitian hidrodinamika 3D non hidrostatik menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data TMD. Begitu juga time series pasang surut yang dihasilkan dari model menunjukkan kesesuaian dengan data TMD pada stasiun Lhoknga, Ulee Lheue, Lampulo dan Alue Naga.  Dari hasil simulasi diperoleh bahwa arus permukaan dan dasar laut pada Agustus 2019 lebih kuat bila dibandingkan dengan Februari 2019 pada bagian barat NWA, kecuali pada 5,57LU; 5,59LU; 5,60LU. Arus permukaan lebih besar di bagian utara NWA jika dibandingkan pada bagian barat NWA.  Sedangkan sirkulasi arus dasar laut pada Februari 2019 di bagian Utara menuju Barat, Utara, Selatan NWA dan pada Agustus 2019 menuju Barat, Utara, Selatan, Timur NWA. Selanjutnya berdasarkan hasil model hidrodinamika dan transpor sedimen, nilai distribusi konsentrasi total suspended sediment (TSS) permukaan lebih rendah di bulan Agustus 2019 daripada di bulan Februari 2019. Berikut hasil verifikasi konsentrasi TSS permukaan antara model dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) menunjukkan kesesuaian. &#13;
Dengan demikian novelty penelitian ini yaitu distribusi konsentrasi total suspended solid (TSS) dengan model hidrodinamika 3D non hidrostatik telah berhasil dicapai dan stabil dengan menyesuaikan parameter faktor gesekan dasar r, koefisien eddy horizontal A_H  dan vertikal A_Z.&#13;
Kata Kunci: 	Arus permukaan laut (0-10 m), Arus dasar laut, Pasang surut, Distribusi konsentrasi TSS.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113092</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-03 12:34:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-03 14:32:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>