KAJIAN KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA MENARA PENDINGIN TIPE PELAT BERLUBANG DAN BERTINGKAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA MENARA PENDINGIN TIPE PELAT BERLUBANG DAN BERTINGKAT


Pengarang

Lutfi Rustica Mundy - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ahmad Syuhada - 196108201987031002 - Dosen Pembimbing I
Razali - 196505051991021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004202010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S2) / PDDIKTI : 21101

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

621.402 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Menara pendingin adalah alat penukar kalor dengan material kerja fluidanya adalah air dan udara. Udara berfungsi sebagai fluida yang menurunkan temperatur pada air. Proses pendingin terjadi diakibatkan kontak langsung antara air dan udara. Bagian penting menara pendingin adalah jalur distribusi air. Umumnya sistem pendinginan pada menara pendingin adalah terjadi gesekan antara laluan air dan laluan udara untuk memperbesar koefisien perpindahan panas antara udara dan air yang didinginkan. Pada kajian ini penulis mengkaji pengaruh jumlah lubang pada pelat terhadap laju perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas konveksi. Variasi jumlah lubang pada pelat dilakukan menggunakan pelat tanpa lubang, 45 lubang, 55 lubang, 65 lubang dan 75 lubang, masing-masing lubang dibuat dengan diameter 0,02 meter. Pelat datar dibuat dengan kemiringan 15o yang ditempatkan di dalam bak berdimensi lebar 0,5 meter dan panjang 0,7 meter. Pengujian dilakukan dengan temperatur air Tin 55oC , Tin 75oC dan Tin 90oC. Berdasarkan hasil pengujian dengan variasi jumlah lubang yang ditentukan, dapat dilihat terjadinya peningkatan nilai laju perpindahan panas Q rata-rata tertinggi terjadi pada pelat dengan variasi 65 lubang yaitu 1521,93 watt dengan rata-rata nilai koefisien perpindahan panas konveksi (hc) adalah 108,93 W/m2.K. Sedangkan nilai Q terkecil terjadi pada temperatur air masuk Tin 55oC dengan variasi pelat tanpa lubang yaitu 463,14 watt dengan rata-rata nilai hc adalah 51,15 W/m2.K.

The cooling tower functions as a heat exchanger, utilizing water and air as the working fluids. The air acts as a cooling medium, reducing the temperature of the water. The cooling process takes place through direct contact between the water and air. A crucial component of the cooling tower is the water distribution line. Generally, the cooling system in cooling towers involves friction between the water passages and air passages to enhance the heat transfer coefficient between the cooled air and water. In this study, the authors investigate the impact of the number of holes on the plate on the heat transfer rate and convection heat transfer coefficient. Plates without holes, as well as plates with 45, 55, 65, and 75 holes, each having a diameter of 0.02 meters, were used as variations in the number of holes. The flat plate, inclined at 15 degrees, was placed in a tub measuring 0.5 meters in width and 0.7 meters in length. The experiments were conducted with three different inlet water temperatures: 55 oC, 75 oC, and 90 oC. The test results show that the plate with 65 holes exhibits the highest average increase in heat transfer rate, amounting to 1521.93 watts, with an average convection heat transfer coefficient (hc) value of 108.93 W/m2.K. Conversely, the plate without holes demonstrates the lowest heat transfer rate, specifically at the inlet water temperature of 55 degrees Celsius, recording 463.14 watts with an average hc value of 51.15 W/m2.K.

Citation



    SERVICES DESK