PENGARUH TEKANAN BAROTROPIK TERHADAP DINAMIKA ARUS PERAIRAN PULO ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH TEKANAN BAROTROPIK TERHADAP DINAMIKA ARUS PERAIRAN PULO ACEH


Pengarang
Dosen Pembimbing

Muhammad Irham - 197108211999031001 - Dosen Pembimbing I
Yudi Haditiar - 199306302022031007 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1911101010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pulo Aceh merupakan kepulauan terluar Sumatera yang rentan terhadap perubahan fisik laut yang diakibatkan oleh pasang surut dan monsoon. Pasang surut dan angin memberikan tekanan barotropik pada sistem sirkulasi di Perairan Pulo Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pasang surut dan angin terhadap sirkulasi di Perairan Pulo Aceh dengan simulasi numerik. Simulasi dilakukan pada puncak monsoon dan peralihan yaitu, di bulan Februari, April, Agustus, dan November tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan sirkulasi di perairan Pulo Aceh bulan Februari ketika pasang purnama saat pasang arus menuju Samudera Hindia dengan kecepatan 0,3 m/s kemudian saat surut arus dominan bergerak ke Samudera Hindia dengan kecepatan 0,2 m/s. Pada bulan April ketika pasang purnama, saat pasang di perairan Pulo Aceh, arus kuat berada di selatan Pulau Nasi menuju Samudera Hindia dengan kecepatan 0,25 m/s sedangkan saat surut arus kuat berada di utara Pulau Breuh menuju Samudera Hindia dengan kecepatan 0,25 m/s. Pada bulan Agustus ketika pasang purnama saat pasang di perairan Pulo Aceh, arus kuat berada di selatan Pulau Nasi mengarah ke Samudera Hindia dengan kecepatan 0,25 m/s begitupun saat surut tetapi arus mengarah ke timur laut dengan kecepatan 0,25 m/s. Pada bulan November ketika pasang purnama saat pasang di perairan Pulo Aceh, arus kuat berada di selatan Pulau Nasi menuju Samudera Hindia dengan kecepatan 0,3 m/s sedangkan saat surut arus menuju timur laut dengan kecepatan 0,25 m/s. Tidal range dicuplik dari 4 stasiun pada tiap bulan penelitian. Stasiun Ulee Lheue memiliki nilai tidal range maksimum pada bulan Februari yang bernilai 1,36 m. Setiap bulan penelitian memiliki sirkulasi arus dan sea level yang berbeda.

Kata kunci: Perairan Pulo Aceh, Pasang Surut, Arus, Elevasi, Angin

Pulo Aceh is the outermost island of Sumatra which is vulnerable to changes in the physical sea caused by tides and monsoons. Tides and winds exert barotropic pressure on the circulation system in Pulo Aceh waters. This study aims to assess the effect of tides and wind on circulation in Pulo Aceh waters with numerical simulations. The simulation was did on at the peak of the monsoon and transition in February, April, August, and November 2022. The results showed circulation at Pulo Aceh waters in February when spring tides at the highest tides current towards the Indian Ocean at a speed of 0.3 m/s. At low tides, dominant current moves to the Indian Ocean at a speed of 0.2 m/s. In April, when spring tides at the highest tides in Pulo Aceh waters, strong current is in south of Nasi Island towards the Indian Ocean with a speed of 0.25 m/s, while at low tides, the strong currents is in north of Breuh Island towards the Indian Ocean with a speed of 0.25 m/s. In August, when spring tides at the highest tides in Pulo Aceh waters, strong currents is in the south of Nasi Island towards the Indian Ocean with a speed of 0.25 m/s. At low tides, the current is heading northeast with a speed of 0.2 m/s. In November, when spring tides at the highest tides in Pulo Aceh waters, strong current is in south of Nasi Island towards the Indian Ocean with a speed of 0.3 m/s, while at low tides the current is heading northeast with a speed of 0.25 m/s. Tidal ranges were sampled from four stations in each month of the study. Station Ulee Lheue has a maximum tidal range value in February which is 1.36 m. Every month of research has a different current circulation and sea level. Keywords: Aceh Pulo Waters, Tides, Current, Elevation, Wind

Citation



    SERVICES DESK