PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN WARNA MOTIF KERAWANG GAYO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN WARNA MOTIF KERAWANG GAYO


Pengarang

QISMINA ZAHIRAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fitriana - 196701101994032003 - Dosen Pembimbing I
Fadhilah - 196102111986032001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1906104010040

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PKK., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

746.92

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Qismina Zahirah (2023) Persepsi Masyarakat Terhadap Perkembangan Warna
Motif Kerawang Gayo
Kerawang Gayo merupakan suatu ukiran yang berasal Aceh Tengah yang pada
setiap motif dan warnanya memiliki makna dan filosofi bagi masyarakat Gayo.
Seiring perkembangan era globalisasi banyak membawa perubahan terhadap
warna motif kerawang Gayo yang pada dasarnya hanya memiliki 5 warna saja
namun dengan perkembangannya trand fashion saat ini warna dari motif
kerawang Gayo menjadi bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
filosofi motif dan warna kerawang Gayo, mengetahui perubahan warna motif
asli kerawang gayo terhadap perkembangan warna motif kerawang Gayo serta
mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap warna asli kerawang Gayo
dengan warna modifikasi kerawang Gayo. Penelitian menggunakan jenis
kualitatif dengan subjek penelitian empa responden terdiri dari satu Tokoh adat,
dua pengrajin kerawang dan satu pengkoleksi kerawang Gayo. Teknik
Pengambilan data secara purporsive sumpling. Pengumpulan data diperoleh dari
obserpasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa kerawang Gayo perkembangannya dimulai sejak 3000 tahun lalu pada
masa migrasi Gayo purba tahap ketiga. Motif kerawang gayo pertama kali di
kembangkan di atas tembikar/keramik, kayu dan alas/anyaman dan sekarang
dikembangkan ke upuh/kain. Selain memiliki motif yang khas kerawang gayo
juga memiliki warna yang khas 5 warna yaitu hitam, kuning, merah, putih dan
hijau yang memiliki makna dan filosofi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa
adanya modifikasi warna kerawang Gayo membuat masyarakat semakin
menggemari kerawang Gayo. Saat ini fungsi sudah di bagi menjadi dua yaitu
secara adat dan secara budaya. Kerawang Gayo secara adat tidah boleh
dimodifikasi atau diubah, sedangkan secara budaya boleh merubah warna tetapi
tidak boleh merubah motifnya.
Kata kunci: Persepsi, Warna, Motif, Kerawang Gayo

Qismina Zahirah (2023) Community Perceptions of Color Development Gayo openwork motifs Kerawang Gayo is a carving originating from Central Aceh each motif and color has a meaning and philosophy for the Gayo people. Along with the development of the era of globalization, many changes have been made the color of the Gayo filigree motif which basically only has 5 colors but with the development of the current trend of fashion, the color of the motif Gayo's filigree becomes varied. This study aims to determine philosophy of Gayo openwork motifs and colors, knowing the color changes of motifs the original Gayo filigree on the color development of the Gayo filigree motif as well knowing the level of people's preference for the original color of Gayo filigree with Gayo openwork color modification. Research using types qualitative research with four respondents consisting of one traditional leader, two filigree craftsmen and one Gayo filigree collector. Technique Data collection by purposive sampling. Data collection obtained from observation, literature study, and interviews. The results of this study show that Gayo filigree development began 3000 years ago in the third phase of the ancient Gayo migration period. The Gayo openwork motif was first introduced develop on pottery/ceramic, wood and plinth/woven and now developed to upuh/fabric. In addition to having a motif that is typical of Kerawang Gayo also has a distinctive color 5 colors namely black, yellow, red, white and green which has meaning and philosophy. The conclusion from this research that the modification of Gayo's filigree color makes people more and more fond of Gayo filigree. Currently the function has been divided into two namely traditionally and culturally. Kerawang Gayo is traditionally not allowed modified or changed, while culturally it is permissible to change the color but cannot change the motive. Keywords: Perception, Color, Motif, Kerawang Gayo

Citation



    SERVICES DESK