<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="113019">
 <titleInfo>
  <title>DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JENGKOL (PITHECELLOBIUM JIRINGA) TERHADAP PERTUMBUHAN SHIGELLA SP.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vertika Yolanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia memiliki salah satu tanaman khas Asia Tenggara yang sering dimanfaatkan, yaitu buah jengkol (Pithecellobium jiringa). Bagian dari buah jengkol yang sering dimanfaatkan adalah bijinya saja, sedangkan kulitnya akan dibuang dan menjadi limbah organik yang dianggap tidak bermanfaat dan bernilai ekonomis. Kulit jengkol telah terbukti memiliki beberapa manfaat, salah satunya ialah sebagai antibakteri karena menyimpan senyawa kimia antara lain saponin, flavonoid, alkaloid, steroid dan tannin. Penelitian ini memiliki tujuan melihat penghambatan dari ekstrak etanol kulit buah jengkol terhadap Shigella sp. Penelitian ini dilakukan menggunakan kulit buah jengkol yang diekstrak dengan etanol pada tingkatan konsentrasi yang beragam terhadap bakteri Shigella sp. yang dikoleksi dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Ekstrak kulit buah jengkol diekstraks dengan metode maserasi dan memanfaatkan pelarut etanol 70%. Re-identifikasi bakteri dilakukan dengan pewarnaan Gram, dan pengujian daya hambat dilakukan pada MHA (Mueller Hinton Agar). Uji sensitifitas menggunakan ekstrak etanol kulit buah jengkol pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%, gentamisin kontrol positif, dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian pada pewarnaan Gram memperlihatkan bakteri Shigella sp. yang warna merah muda serta berbentuk batang pendek. Hasil uji daya hambat menunjukkan rata-rata diameter daerah bebas yang terjadi pada setiap  konsentrasi adalah 7,86 mm (20%), 8,21 mm (30%), 8,78 mm (40%), 9,30 mm (50%), dan 11,06 mm (60%). Berlandaskan hasil percobaan, bisa disimpulkan semua konsentrasi ekstrak etanol kulit buah jengkol mempunyai daya hambat pada pertumbuhan Shigella sp. dalam kategori lemah.&#13;
&#13;
Kata kunci: Antibakteri,  food borne disease, kulit buah jengkol, spesies Shigella, zoonosis</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHIGELLA</topic>
 </subject>
 <classification>579.34</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>113019</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-28 11:50:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-07 15:28:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>