<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112977">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOPATOLOGIS UTERUS KELINCI NEW ZEALAND WHITE BUNTING SEMU SETELAH MENGALAMI TRANSPLANTASI DENGAN PERBEDAAN WAKTU LAMA OVARIUM DI DALAM UTERUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Aini Fadillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>GAMBARAN HISTOPATOLOGIS UTERUS KELINCI NEW ZEALAND WHITE  BUNTING SEMU SETELAH MENGALAMI TRANSPLANTASI&#13;
DENGAN PERBEDAAN WAKTU LAMA OVARIUM&#13;
DI DALAM UTERUS&#13;
ABSTRAK&#13;
Salah satu dampak dari transplantasi adalah terjadinya stres (imunosupresif) yang menyebabkan sistem imun host akan menolak organ yang ditransplantasikan. Pada proses transplantasi ovarium pada uterus kelinci bunting semu, stres ini diduga  akan menyebabkan kerusakan pada uterus kelinci bunting semu yang dapat disebabkan karena induksi bunting semu yang tidak terjadi secara sempurna dan lamanya ovarium berada di dalam uterus. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh peningkatan durasi ovarium di dalam uterus kelinci bunting semu selama proses transplantasi ovarium terhadap penurunan histopatologi pada uterus kelinci. Dalam penelitian ini digunakan sembilan ekor kelinci betina New Zealand White (NZW) bunting semu, berumur 3-5 tahun dan bobot badan 1,5-2,9 kg. Kelinci dibagi dalam tiga kelompok perlakuan setelah diadaptasikan selama 30 hari yaitu, K1 (n=3) kelompok kelinci yang dilakukan transplantasi ovarium selama 3 hari, K2 (n=3) kelompok kelinci yang dilakukan transplantasi ovarium selama 5 hari, dan K3 (n=3) kelompok kelinci yang dilakukan transplantasi ovarium selama 7 hari. Induksi bunting semu dilakukan dengan menggunakan PMSG dan hCG. Kelinci diinjeksi dengan 100 IU PMSG secara intramuskulus dan diikuti tiga hari kemudian dengan injeksi 75 IU hCG secara intravena. Transplantasi ovarium dilakukan pada hari ke-8 (Hari ke- 0 adalah hari ketika injeksi hCG). Uterus dikoleksi setelah proses transplantasi selesai dilakukan sesuai dengan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada K1, K2, dan K3 terlihat hiperemi pada epitel endometrium dan infiltrasi sel radang. Hiperemi dan nekrosis pada K1 cenderung lebih berat dibandingkan K2 dan K3. Jumlah hiperemi pada K1; K2; dan K3 masing-masing adalah 8,56±1,60; 5,78±2,15 dan 5,82±1,19 (P˂0,05), sedangkan Jumlah nekrosis masing-masing adalah 60,82±3,95; 56,98±4,95; 49,42±6,55  (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-27 09:58:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-27 10:11:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>