<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112971">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN PHYLLANTHUS EMBLICA (MALAKA) YANG TUMBUH DI ACEH SEBAGAI ANTIDIABETES DAN ANTIDISLIPIDEMIA.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Quranayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes melitus tipe 2 merupakan  adalah kondisi kronis yang mempengaruhi cara tubuh memetabolisme glukosa. Pada kondisi normal, tubuh menghasilkan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yang membantu mengatur kadar glukosa darah dengan membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Pada orang dengan Diabetes melitus tipe 2, tubuh tidak merespons insulin dengan baik (resistensi insulin), dan kadar glukosa darah menjadi tinggi. Penelitian ini dilakukan secara in vivo menggunakan sampel Rattus novergicus untuk melihat potensi kulit batang tumbuhan malaka (Phyllanthus emblica) sebagai antidiabetes dan antidislipidemia. Sebelum uji in vivo, dilakukan uji fitokimia, Gas Chromatography dan Mass Spectroscopy (GC-MS), antioksida, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan in silico. Hasil menunjukkan  bahwa metabolit sekunder dan senyawa kimia yang terkandung pada tumbuhan P. emblica adalah alkaloid, terpenoid, steroid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Selain itu, berdasarkan hasil GC-MS, diketahui bahwa puncak spektral etil asetat dan metanol lebih tinggi  intensitasnya dan lebih jelas dibandingkan dengan n-heksan. Diketahui bahwa ektrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan terkuat, kemudian ekstrak metanol dan nheksan. Uji BSLT menunjukkan  bahwa ekstrak etil asetat diketahui sebagai esktrak  paling toksisk terhadap Artemia Salina. Hasil in sillico menunjukkan bahwa ekstrak metanol terdiri dari sejumlah besar senyawa dengan skor prediksi bioaktivitas tinggi (16a- hydroxycleroda-3,13 (14) Z-dien-15,16-olide; 14-ß-H-pregna; dan isochiapin B). Uji in vivo menunjukkan bahwa  Uji HbA1c dan kadar glukosa darah dilakukan dengan menggunakan tiga ekstrak yaitu n-heksan, etil asetat, dan metanol untuk menentukan esktrak dengan potensi terbaik sebagai antidiabetes dan  antidislipidemia. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kulit batang malaka (300 mg/kg BB) memliki potensi terbaik dengan nilai kadar glukosa darah sebesar 140,33 ± 38,99 mg/dL. Sedangkan kadar HbA1c pada penelitian ini pada hari ke-21 yang paling rendah adalah kelompok perlakuan dengan pemberian esktrak etil asetat kulit batang malaka (400 mg/kg BB) dengan nilai 3,33 ± 0,57%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat kulit batang malaka memiliki potensi terbaik sebagai antidiabetes dan antidislipidemia.   &#13;
Kata kunci : Phyllanthus emblica, diabetes melitus tipe 2, antidiabetes,  antidislipidemia</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112971</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-26 16:23:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-27 08:28:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>