<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112937">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT KECEMASAN SEBELUM MENGHADAPI UJIAN OSCE SEMESTER  PERTAMA DENGAN NILAI YANG DICAPAI MAHASISWA  PENDIDIKAN DOKTER  ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNSYIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nasrul Nashar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecemasan   adalah  bagian  dari  kehidupan   manusia  sehari-hari   dan  gejala  yang normal.  Kecemasan   merupakan   respon  paling  umum  yang  menyatakan   kondisi waspada  dan  mendorong   individu  untuk  melakukan   aktivitasnya   secara  kreatif. Bagi   sebagian    mahasiswa,    munculnya    kecemasan    disebabkan    oleh    tingkat pendidikan,  apabila  tingkat  pendidikan  seseorang  rendah maka akan memudahkan terjadinya    kecemasan,     semakin    tinggi    tingkat    pendidikannya     maka    akan berpengaruh  terhadap  kemampuan  berfikir.  Penelitian  ini bertujuan  untuk. melihat hubungan  tingkat  kecemasan  sebelum  menghadapi  ujian osce    dengan  nilai yang dicapai    mahasiswa    Pendidikan    Dokter   angkatan    2012   fakultas    Kedokteran Universitas   Syiah   Kuala   Banda  Aceh.   Penelitian   ini  bersifat   analitik   dengan desain  cross sectional.  Sampel  dalam  penelitian  ini  berjumlah  251 orang.  Metode pengambilan   sampel  dilakukan  dengan  teknik  total  sampling.  PengumpuJan  data dari  tanggal   15  Desember   2012  sampai   dengan   16 Februari   2013  di  Fakultas Kedokteran   Universitas   Syiah  Kuala  Banda  Aceh.  Penelitian  dilakukan   dengan membagikan  kuesioner  yang terdiri  dari 3 bagian  yaitu data  responden,  kuesioner Hamilton  Anxiety  Rating Scale (HARS)  untuk menilai  tingkat  kecemasan  dan data sekunder   berupa   nilai   diambil   pad a  bagian   pengelola   nilai.   Hasil   penelitian diperoleh  mahasiswa  yang  tingkat  kecemasan   tidak  cemas/cemas   ringan  (72,1%) dengan  pencapaian  nilai A (26,0%)  dan  nilai  DIE (3,3%)  sedangkan   mahasiswa yang  tingkat  kecemasan  berat  (17,5%)  dengan  pencapaian  nilai A (0%)  dan  nilai DIE (97,7%).  Analisa  data dengan  uji Chi Square  nilai p adalah  0,00 (</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY DISORDERS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.852 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112937</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-25 15:05:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-25 15:34:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>