<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112919">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JUMLAH LUBANG PELAT SEKAT MENARA PENDINGIN (COOLING TOWER) TERHADAP KEOPTIMALAN PERPINDAHAN PANAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Heli Suansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebuah industri membutuhkan media pendingin untuk menurunkan panas pada suatu mesin industri pada saat beroperasi, perusahaan pada umumnya menggunakan cooling tower untuk media pendinginan mesin, namun permasalahan yang sering terjadi penurunan panas dan laju perpindahan panas tidak signifikan sehingga dibutuhkan variasi terbaru agar menara pendingin dapat menurunkan suhu permesinan. Dari latar belakang tersebut maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah mencari parameter yang bisa meningkatkan laju perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas pada menara pendingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan cara mengamati dan pengambilan data pada tiap variasi pelat datar berlubang di menara pendingin dengan variasi pelat 48, 60, 80, 120, dan 250 lubang. Hasil Penelitian yang didapat adalah selisih temperatur (⧍T) tertinggi terjadi di Tin 80oC pada variasi 250 lubang yaitu 9,34oC dengan laju perpindahan panas tertinggi yaitu 1833,17 watt, sedangkan selisih temperatur (⧍T) terendah terjadi di Tin 60oC pada variasi 48 lubang yaitu 3,98oC dengan laju perpindahan panas terendah yaitu 787,47 watt. Koefisien konveksi tertinggi terjadi di Tin 70oC pada variasi 250 lubang yaitu 117,74 W/m²⋅K. Koefisien konveksi terendah terjadi di Tin 80oC pada variasi 48 lubang yaitu 77,36 W/m²⋅K. Selisih temperatur (⧍T), laju perpindahan panas, dan koefisien konveksi cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah lubang dari variasi tiap pelat. Pelat dengan jumlah lubang yang paling banyak dapat menghasilkan nilai rata-rata yang lebih tinggi, sedangkan pelat dengan jumlah lubang yang sedikit menghasilkan nilai rata-rata lebih rendah.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Menara Pendingin, Jumlah Lubang, Selisih Temperatur, Laju Perpindahan Panas, Koefisien Perpindahan Panas</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEAT TRANSFER - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.402 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-24 17:16:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-28 16:21:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>