HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN PERKAWINAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA INDIVIDU YANG MENIKAH MUDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN PERKAWINAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA INDIVIDU YANG MENIKAH MUDA


Pengarang

Aprilla Nasution - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novita Sari - 198711232019032014 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1907101130047

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Psikologi., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi dimana individu memiliki sikap yang positif tergadap individu dan orang lain, dapat membuat keputusan sendiri dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat menciptakan dan mengtur lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih harmonis serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya. Kesejahteraan psikologis pada individu yang menikah muda dapat dicapai dengan kemampuan penyesuaian perkawinan yang baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian perkawinan dengan kesejahteraan psikologis pada individu yang menikah muda di Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi yang melibatkan 100 individu yang menikah di bawah usia 19 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non-probability sampling dengan jenis quota sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan 2 skala yaitu Ryff’s Psychological Well Being Scale (RPWB) dan Revised Dyadic Adjustment Scale (RDAS). Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p)= 0,000 (p

ABSTRACT Psychological well-being is a condition where individuals have a positive attitude towards individuals and others, can make their own decisions and regulate their own behavior, can create and regulate an environment that suits their needs, have life goals and make their lives more harmonious and try to explore and develop themselves. Psychological well-being in early married individuals can be achieved with good marital adjustment skills. This study aims to examine the relationship between marital adjustment and psychological well-being in early married individuals in Labuhanbatu. This research used a quantitative approach with a correlation method involved 100 individuals who married under the age of 19 years. The sampling technique in this study was non-probability sampling technique with quota sampling. Data was collected using the Ryff's Psychological Well Being Scale (RPWB) and Revised Dyadic Adjustment Scale (RDAS). The result of the analysis showed a significance value (p) = 0.000 (p

Citation



    SERVICES DESK