<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="112894">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN BACTERIAL CELLULOSE KE DALAM POLYOLESTER OIL TERHADAP KOEFISIEN GESEKAN DAN KEAUSAN MATERIAL LOGAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAJAR RAMADHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelumas sintetis yang banyak beredar memiliki masalah pada lingkungan yaitu tidak bisa terurai dan menjadi bahan pencemar bila dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu, ada peningkatan permintaan pelumas biodegradable. Salah satu metode untuk mencapai sifat pelumas biodegradable adalah dengan menambahkan nanopartikel dari bahan organik sebagai aditif pelumas, diantaranya adalah nanofibers, selulosa dan nanoplatelets graphene. Dalam penelitian sebelumnya, telah dikonfirmasi bahwa pengaplikasian bacterial cellulose pada berbagai persentase volume ke dalam minyak polyolester telah mengurangi gesekan dan keausan material dari 40 hingga 49%. Penelitian lainnya juga menyebutkan, penambahan beberapa lapisan graphene sebagai aditif ke dalam minyak Polyalphaolefin (PAO) telah menunjukkan penurunan nilai koefisien gesekan dari 0.15 menjadi 0.08. Pada penelitian ini, sifat yang baik dari bacterial cellulose dan graphene akan dimanfaatkan sebagai bahan campuran pada pelumas polyolester (POE) oil. Pengujian dilakukan terhadap sifat tribologi dengan penambahan 150 mg bacterial cellulose dan 10 mg graphene ke dalam minyak pelumas. Metode pengujian eksperimental untuk menentukan keausan dan koefisien gesek, menggunakan alat uji tribometer tipe pin on disk reciprocating pada temperatur 65°±3°C dan 27°C. Dari hasil pengujian diperoleh perubahan sifat tribologi berupa penurunan nilai koefisien gesekan sebesar 60% pada temperatur 65°±3°C dan 66.7% pada temperatur 27°C. Selain itu, analisa mekanisme keausan dari hasil foto mikro permukaan spesimen, didapatkan nilai spesific wear rate yang semakin turun dari 6.09×10-6 mm3/Nm menjadi 4.82×10-7 mm3/Nm pada temperatur 65°±3°C, dan dari 1.57×10-6 mm3/Nm menjadi 2.38×10-7 mm3/Nm pada temperatur 27°C</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>112894</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-21 12:06:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-21 14:54:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>