FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB LABUI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB LABUI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Inka adera - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0907101020032

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

618.928 588

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Retardasi mental merupakan gangguan yang tampak sejak masa anak-anak dalam bentuk fungsi intelektual dan adaptasi yang secara signifikan berada dibawah rata- rata. Anak retardasi mental memiliki kesempatan untu.k mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya. Orang tua menjadi sosok penting yang memberi kontribusi besar dalam pengembangan potensi anak. Namun, ada keluarga yang kurang peka terhadap potensi anak sehingga tidak melakukan kegiatan yang menduk:ung pengembangan potensi anak yang mengalami retardasi mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga dalam pengembangan potensi anak retardasi mental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki anak retardasi mental yang merupakan siswa SDLB Labui Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dan cara pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Maret s/d 20 April 2013 terhadap 71 keluarga yang memiliki anak retardasi mental. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terpimpin dengan alat ukur berupa kuesioner dalam bentu.k skala dichotomy choise dan skala likert. Hasil analisa menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam pengembangan potensi anak retardasi mental (P-value 0,094), tidak ada hubungan antara kepercayaan dengan perilaku keluarga (P-value 0,209), ada hubungan antara ketersediaan fasilitas dengan perilaku keluarga (P-value 0,015), tidak ada hubungan antara penghargaan dengan perilaku keluarga (P-value 0,209). Saran bagi kepala sekolah/guru SDLB agar dapat memberikan dukungan dan kerjasama yang lebih optimal kepada keluarga untuk dapat meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengembangan potensi anak retardasi mental.

Kata Kunci : Keluarga, Perilaku, Retardasi mental, Pengembangan potensi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK