PERBEDAAN TINGKAT GEJALA DEPRESI PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT (SKA) PASCA RAWATAN DAN PASIEN HIPERTENSI (HT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBEDAAN TINGKAT GEJALA DEPRESI PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT (SKA) PASCA RAWATAN DAN PASIEN HIPERTENSI (HT)


Pengarang

Adetya Warman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1007101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Angka kejadian sindroma koroner akut (SKA) dan hipertensi (HT) di Indonesia sangat tinggi. Depresi dapat menjadi faktor risiko dari SKA dan HT, serta dapat pula menjadi faktor komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara gejala depresi pada pasien SKA dan pasien HT. Desain penelitian bersifat analitik dengan pendekatan potong lintang dengan 30 sampel, ditentukan dengan teknik non-probability yaitu teknik consecutive sampling. Pengukuran gejala depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI II). Hasil analisa dari uji-t (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK